Hubungan Status Ekonomi Dan Paritas Dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi Hormonal
Main Article Content
Abstract
Background: The use of hormonal contraceptives such as injections and pills continues to dominate the choices of active family planning (FP) acceptors in the working area of Puskesmas Makunjung, while long-term methods such as intrauterine devices (IUDs) remain very low. This preference is suspected to be influenced by the economic status and parity of the acceptors. Methodology: This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample consisted of 33 active FP acceptors selected through accidental sampling. Data analysis was conducted using the Fisher Exact test to examine the relationship between economic status and parity with the choice of hormonal contraceptive methods. Result: The most common hormonal contraceptive choice was injections (54.5%), followed by pills (24.2%), and implants (21.2%). Most respondents came from the low economic group (66.7%) and had non-risk parity (2–3 children) at 77.8%. The analysis showed a significant relationship between economic status and the choice of hormonal contraceptive methods (p = 0.024), while no significant relationship was found between parity and contraceptive choice (p = 0.739). Conclusions: There is a relationship between economic status and the choice of hormonal contraceptives in the working area of Puskesmas Makunjung; however, no relationship was found between parity and contraceptive choice in the same area. It is recommended that Puskesmas Makunjung be more proactive in providing education and counseling on long-term contraceptive methods, particularly for acceptors from low-income groups.
Downloads
Article Details
Penulis yang menerbitkan artikel di jurnal CARING menyetujui ketentuan bahwa penulis memegang hak cipta yang dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial CC BY-NC 4.0, yang memungkinkan orang lain untuk memodifikasi, mengubah, dan membangun karya penulis secara non-komersial, dan meskipun karya baru orang lain juga harus mengakui karya original penulis dan menjadi non-komersial, mereka tidak harus melisensikan karya turunan mereka dengan persyaratan yang sama. Penulis dapat mengarsipkan pra-cetak dan pasca-cetak atau versi penerbit / PDF.
References
Amran, Y., & Damayanti, R. (2018). Hubungan Antara Motivasi Keluarga Berencana Dan Persepsi Terhadap Alat Kontrasepsi Dengan Pola Penggantian Metode Kontrasepsi Di Nusa Tenggara Barat. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 9(1), 59–67. http://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/kespro/article/view/884
Apriani, A. A. R. I. (2021). Faktor Sosial dan Ekonomi yang Mempengaruhi Probabilitas Penggunaan Alat Kontrasepsi di Desa Kesiman Kertalangu. E-Jurnal EP Unud, 10(6), 2283–2312. https://ojs.unud.ac.id/index.php/eep/article/view/73094
Aprianti, D. I., Suyanto, S., & Choirudin, S. (2022). Tantangan Bonus Demografi Bagi Pemerintah. Nusantara Innovation Journal, 1(1), 10–18. https://doi.org/10.70260/nij.v1i1.12
Demiyantie, R., Iswandari, N. D., & Friscila, I. (2023). Tinjauan Penggunaan Metode Kontrasepsi Pada Wus Untuk Mencegah 4t Pada Ibu Di Puskesmas Sungai Jingah Tahun 2021. Proceeding Of Sari Mulia University Midwifery National Seminars, 212–220.
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah. (2025). Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2024.
Farkhanah, A., Ginting, A. S. B., & Pujianti, P. (2022). Dukungan Suami, Dukungan Petugas Kesehatan, Status Ekonomi Dengan Perilaku Ibu Dalam Pemilihan KB MKJP. SIMFISIS Jurnal Kebidanan Indonesia, 2(1), 221–227. https://doi.org/10.53801/sjki.v2i1.54
Hidayati, E., Primadani, A. K., Aprilianada, V., & Pratiwi, Y. A. (2022). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi pada Perempuan Usia Subur di Indonesia (Analisis Data SDKI 2017). Muhammadiyah Journal of Midwifery, 3(1). https://doi.org/10.24853/myjm.3.1.18-28
Jaksa, S., Al-Maududi, A. A., Fauziah, M., Latifah, N., Romdhona, N., Arinda, Y. D., & Aprilia, T. (2023). Hubungan Paritas dan Status Ekonomi Terhadap Pemilihan Kontrasepsi Wanita Usia Subur di Indonesia. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 19(1), 26–32. https://doi.org/10.24853/jkk.19.1.26-32
Khumairoh, D. F., Doko, M. M., & Malau, C. N. B. (2023). Peran Program Keluarga Berencana Terhadap Prevalensi Stunting Di Indonesia. JISPENDIORA Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan Dan Humaniora, 2(1), 156–162. https://doi.org/10.56910/jispendiora.v2i1.493
Mahmudah, M., Istiqamah, I., Noval, N., & Friscila, I. (2023). Pengaruh Budaya Akseptor KB terhadap Penggunaan KB IUD di Wilayah Kerja Puskesmas Paringin Tahun 2022. Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan, 3(3), 75–86. https://doi.org/10.55606/jrik.v3i3.2585
Mularsih, S., Munawaroh, L., & Elliana, D. (2018). Hubungan Pengetahuan Dan Dukungan Suami Dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) Pada Pasangan Usia Subur (PUS) Di Kelurahan Purwoyoso Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Jurnal Kebidanan, 7(2), 144–154. https://doi.org/10.26714/jk.7.2.2018.144-154
Norhalimatussa’diah, N., Friscila, I., & Anisa, F. N. (2023). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Alat Kontrasepsi Pasca Salin Di Ruang Nifas Rsud Pangeran Jaya Sumitra. Health Sciences Journal, 7(2), 136–146. https://doi.org/https://doi.org/10.24269/hsj.v7i2.2325
Puskesmas Makunjung. (2024). Laporan Puskesmas Makunjung Tahun 2023.
Setiawati, R., Yanti, I., & Pasaribu, I. H. (2019). Hubungan Pendidikan, Usia, Paritas, Sumber Informasi Dan Persepsi Terhadap Minat Wanita Usia Subur Menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. HSG Journal, 4(1), 94–102. https://jhs.unsika.ac.id/index.php/HSG/article/view/2194
Syamsul, S., Bakri, B., & Limonu, H. S. (2020). Penggunaan Alat KB pada Wanita Kawin di Perdesaan dan Perkotaan (Studi Hasil SDKI 2017 Provinsi Gorontalo). Jurnal Kependudukan Indonesia, 15(1), 71–84. https://doi.org/10.14203/jki.v15i1.461
Triadi, R. S. (2024). Tantangan Dan Dampak Putus Pakai Kontrasepsi Terhadap Pencapaian Target Keluarga Berencana Di Indonesia. Jurnal Keluarga Berencana, 1(1), 14–27. https://doi.org/10.37306/B6QP6R93
Wahyuni, R., Friscila, I., Herawati, A., & Fitriani, A. (2024). Hubungan Umur dan Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas tentang KB dengan Keikutsertaan KB Pascasalin di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Bajayau. Malahayati Nursing Journal, 7(1), 353–365. https://doi.org/10.33024/mnj.v7i1.14911
WHO. (2025). Family planning/contraception methods.
Widyawati, S., Siswanto, Y., & Najib. (2020). Determinan Kejadian Berhenti Pakai (Drop Out) Alat Kontrasepsi Sigit. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 5(3), 122–132. https://doi.org/10.15294/higeia.v4i1.32124
Yanti, F., Rahmawati, E., & Silaban, T. D. S. (2022). Hubungan Paritas, Pendidikan, dan Pekerjaan dengan Pemakaian Alat Kontrasepsi Suntik 3 Bulan di PMB Yusida Palembang Tahun 2021. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 22(2), 793–797. https://doi.org/10.33087/jiubj.v22i2.1882
Yuliani, R., Friscila, I., & Kusvitasari, H. (2023). Penggunaan Abpk Untuk Pemilihan Kontrasepsi Pada Ibu Pascasalin Di Puskesmas Tapin Utara. Jurnal Kebidanan Khatulistiwa, 9(2), 70–74. https://doi.org/https://doi.org/10.30602/jkk.v9i2.1209