Pengaruh Senam Ceria Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak Prasekolah Usia 4-6 Tahun di TK Pembangunan Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan
Main Article Content
Abstract
Latar Belakang: Anak prasekolah adalah anak yang lahir usia 4-6 tahun. Rendahnya kemampuan motorik kasar dapat mengakibatkan tumbuh kembang dan emosi anak tidak dapat berkembang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Kemampuan motorik kasar yang rendah akan membuat rasa percaya diri dan kemandirian anak berkurang untuk melanjutkan pendidikan yang lebih lanjut. Pentingnya kegiatan motorik kasar dilakukan sejak dini agar anak dapat menggerakkan anggota badannya sesuai kebutuhan anak. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui pengaruh senam ceria terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar anak usia prasekolah di TK pembangunan desa balun. Metedologi: Desain penelitian quasi eksperimen pretest – posttest without control group. Peneliti memberikan intervensi kepada responden berupa senam ceria sebanyak 1 kali/minggu selama 5 minggu. Sebelum dan sesudah intervensi peneliti melakukan pemeriksaan perkembangan motorik kasar menggunakan instrumen DDST. Jumlah responden 46 anak usia pra sekolah. Analisa data bivariate menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pre-test dan post-test dari 5 aspek penilaian motorik kasar. Nilai p = 0,000. Ada pengaruh senam ceria terhadap peningkatan motorik kasar pada anak usia pra sekolah di TK pembangunan desa balun. Kesimpulan: Pada saat melakukan senam ceria, anak dapat bergerak dan mengkordinasikan tangan dan kaki dengan irama musik yang ada. Hal ini akan meningkatkan otot-otot kasar pada anak sehingga kemampuan motorik kasar pada anak meningkat.
Downloads
Article Details
Penulis yang menerbitkan artikel di jurnal CARING menyetujui ketentuan bahwa penulis memegang hak cipta yang dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial CC BY-NC 4.0, yang memungkinkan orang lain untuk memodifikasi, mengubah, dan membangun karya penulis secara non-komersial, dan meskipun karya baru orang lain juga harus mengakui karya original penulis dan menjadi non-komersial, mereka tidak harus melisensikan karya turunan mereka dengan persyaratan yang sama. Penulis dapat mengarsipkan pra-cetak dan pasca-cetak atau versi penerbit / PDF.
References
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Nuryanti, Roni, R., & Ismail, H. (2015). Pengembangan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Kegiatan Senam Ceria. Cakrawala Dini, 5(2), 104.
Nuryanti, Arifin, R. R., & Ismail, H. (2018). Pengembangan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Kegiatan Senam Ceria. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 1–111. https://doi.org/10.17509/cd.v6i2.10525
Puspita, L., & Umar, M. Y. (2020). Perkembangan motorik kasar dan motorik halus ditinjau dari pengetahuan ibu tentang pertumbuhan dan perkembangan anak usia 4-5 tahun. Wellness And Healthy Magazine, 2(1), 121–126. https://doi.org/10.30604/well.80212020
Satrio, E. Y (2014) Pengaruh Senam Ceria Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Di Pos PAUD Terpadu Bina Balita (3-4 tahun) Jambangan Kota Surabaya. Journal Kesehatan Olahraga Vol 2 No 3: Edisi Yudisium 3 2014 Diakses 11 Desember 2020
Tiyas, S. (2020). Cara Menstimulasi Perkembangan Motorik Kasar Anak Dengan Kegiatan. Kontan.co.id. diakses dari https://kesehatan.kontan.co.id/news/cara-menstimulasi-perkembangan-motorik-kasar-anak-dengan-kegiatan-seru?page=all. Tanggal 18 Oktober 2021.
Yuspitah, R. (2021). Pengaruh Senam Irama Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun di PAUD Flamboyan Desa Germat, Kecamatan Mulak ULU, Kabupaten Lahat. Al Fitrah, 5(1), 1–79.