Hubungan Kebiasaan Menggosok Gigi dan Konsumsi Makanan Kariogenik dengan Kejadian Karies Gigi Anak Prasekolah di TK Tarbiatussalam 2 Desa Tejoasri Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan
Main Article Content
Abstract
Latar Belakang: Masalah utama kesehatan pada gigi dan mulut yang berhubungan dengan kurangnya kebiasaan dalam pencegahan terjadinya suatu penyakit salah satunya karies gigi. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan menggosok gigi dan konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi anak prasekolah di TK Tarbiatussalam 2 Desa Tejoasri Laren Lamongan. Metedologi: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional survey, populasi sebanyak 52 anak di TK Tarbiatussalam 2, yang diambil dengan tekhnik simple random sampling didapatkan sebanyak 46 anak. Data yang diambil menggunakan kuesioner dan observasi lansung yang dianalisis menggunakan Uji Spearman rho dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan anak dengan kebiasaan menggosok gigi kurang baik mengalami kejadian karies gigi dengan kategori tinggi (54,3%). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa anak dengan konsumsi makanan kariogenik kategori tinggi mengalami kejadian karies gigi dengan kategori tinggi (71,7%). Sedangkan dari hasil Uji statistik diperoleh nilai p 0,00 dengan nilai corelation coeffecient 0,515 dan 0,633 artinya ada hubungan kebiasaan menggosok gigi dan konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi pada anak prasekolah di TK Tarbiatussalam 2 Desa Tejoasri Laren Lamongan dengan arah korelasi kuat. Kesimpulan: Mengajarkan kebiasaan dan pengawasan harus ditanamkan oleh guru dan orang tua dalam pencegahan terjadinya karies gigi pada anak. Untuk menciptakan kemandirian anak dalam menjaga kebersihan gigi dan mulutnya.
Downloads
Article Details
Penulis yang menerbitkan artikel di jurnal CARING menyetujui ketentuan bahwa penulis memegang hak cipta yang dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial CC BY-NC 4.0, yang memungkinkan orang lain untuk memodifikasi, mengubah, dan membangun karya penulis secara non-komersial, dan meskipun karya baru orang lain juga harus mengakui karya original penulis dan menjadi non-komersial, mereka tidak harus melisensikan karya turunan mereka dengan persyaratan yang sama. Penulis dapat mengarsipkan pra-cetak dan pasca-cetak atau versi penerbit / PDF.