Faktor Resiko Yang Mempengaruhi Terjadinya Ketuban Pecah Dini: Survey Study
Main Article Content
Abstract
Ketuban pecah dini (KPD) merupakan penyebab tidak langsung kematian ibu. Ada beberapa faktor resiko yang menyebabkan terjadinya KPD diantaranya adalah Riwayat anemia dalam kehamilan, Riwayat infeksi saluran kemih, status social ekonomi rendah, Riwayat KPD sebelumnya dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor resiko terjadinya KPD baik dari faktor social demografi maupun faktor kondisi klinis di Ruang Bersalin RSUD Provinsi NTB. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan melihat medical record dari responden yang mengalami KPD pada tahun 2019 sejumlah 175 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat yakni melihat presentase faktor resiko. Hasil penelitian menunjukkan status multigravida tingkat pendidikan menengah dan status tidak bekerja merupakan faktor sosio demografi terbanyak masing-masing sebesar 53%, 63,8% dan 86%. Dari faktor kondisi klinis riwayat infeksi merupakan faktor resiko yang paling menonjol pada pasien KPD yakni sebanyak 119 responden (68%), sementara itu, Riwayat anemia dalam kehamilan menjadi faktor kondisi klinis ke dua terbanyak sebesar 45% atau 79 responden. Temuan penelitian ini dapat dijadikan penguatan kepada ibu hamil dengan optimalisasi pelaksanaan kegiatan kelas ibu di puskesmas serta dapat lebih meningkatkan promosi kesehatan dan inovasi pembelajaran baik di desa maupun di puskesmas.
Downloads
Article Details
Penulis yang menerbitkan artikel di jurnal CARING menyetujui ketentuan bahwa penulis memegang hak cipta yang dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial CC BY-NC 4.0, yang memungkinkan orang lain untuk memodifikasi, mengubah, dan membangun karya penulis secara non-komersial, dan meskipun karya baru orang lain juga harus mengakui karya original penulis dan menjadi non-komersial, mereka tidak harus melisensikan karya turunan mereka dengan persyaratan yang sama. Penulis dapat mengarsipkan pra-cetak dan pasca-cetak atau versi penerbit / PDF.
References
Asrinah, Putri, S. S., Sulistyorini, D., Muflihah, I. S., & Sari, D. N. (2009). Asuhan Kebidanan Masa Kehamilan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Herawati, C., & Astuti, S. (2010). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Anemia Gizi Pada Ibu Hamil di Puskesmas Jalaksana Kuningan Tahun 2010. Jurnal Kesehatan Kartika, 51–58.
Huda, N. (2013). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketuban Pecah Dini di RS PKU Muhammadiyah Surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Indriyani, D. (2013). Keperawatan Maternitas Pada Area Perawatan Antenatal. Yogyakarta: Graha Ilmu.
J.Reeder, S., Martin, L. L., & Koniak-Griffin, D. (2012). Keperawatan Maternitas : Kesehatan Wanita, Bayi dan Keluarga. (Y. Afiyanti, I. N. Rachmawati, & S. Djuwitaningsih, Eds.) (18th ed.). Jakarta: EGC.
Jakovljević, A., Bogavac, M., Nikolić, A., Milošević Tošic, M., Novakovicć, Z., & Stajić, Z. (2014). The influence of bacterial vaginosis on gestational week of the completion of delivery and biochemical markers of inflammation in the serum. Vojnosanitetski Pregled, 71(10), 931–935.
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Profil Kesehatan Indonesia 2017. Jakarta.
Koroveshi, G., Kuli-Lito, G., Korosevhi, E., Bylykbashi, I., & Nurce, A. (2018). The Impact of PPROM on Neonatal and Maternal Outcome. International Journal of Ecosystems and Ecology Science2, 8(4), 819–824.
Perry, S., Hockenberry, M., Lowdermilk, D., & Wilson, D. (2010). Maternal Child Nursing Care (4th ed.). St. Louis: Mosby: Elsevier.
Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. (2014). Situasi Kesehatan Ibu. InfoDATIN. Jakarta.
Rahayu, B., & Sari, A. N. (2017). Studi Deskriptif Penyebab Kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD) pada Ibu Bersalin. Jurnal Ners Dan Kebidanan Indonesia, 5(2), 134.
Wulandari, E. (2016). Analisis Faktor Risiko Terhadap Kejadian Ketuban Pecah Dini Pada Ibu Melahirkan di RSUD Tugurejo Semarang. Universitas Muhammadiyah Semarang.