Hubungan Hipertensi dan Aritmia Dengan Mortalitas Pasien Congestive Heart Failure
Main Article Content
Abstract
Gagal jantung merupakan masalah kesehatan progresif dengan angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi di negara maju maupun negara berkembang. Selain usia dan jenis kelamin, faktor penting lainnya yang dapat memperberat kondisi pasien adalah adanya hipertensi dan aritmia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara hipertensi dan aritmia dengan mortalitas pasien CHF di RSUD Mangusada. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan hipertensi dan aritmia dengan mortalitas pasien CHF di RSUD Mangusada. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan potong lintang (cross sectional study) menggunakan uji analisis korelasi Lambda. Hasil penelitian menunjukkan nilai p pada variabel hipertensi adalah 0.847 dimana p > (0.05) sehingga Ho ditolak yang berarti bahwa tidak terdapat korelasi yang signifikan antara riwayat hipertensi dengan mortalitas pasien CHF nilai p = 0.00 dimana p < (0.05) sehingga Ho gagal ditolak yang berarti bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara Aritmia dengan mortalitas pasien CHF dengan nilai korelasi 0.498 yang berarti kekuatan korelasi sedang. Aritmia memiliki korelasi yang signifikan terhadap mortalitas pasien CHF, sedangkan hipertensi tidak.
Downloads
Article Details
Penulis yang menerbitkan artikel di jurnal CARING menyetujui ketentuan bahwa penulis memegang hak cipta yang dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial CC BY-NC 4.0, yang memungkinkan orang lain untuk memodifikasi, mengubah, dan membangun karya penulis secara non-komersial, dan meskipun karya baru orang lain juga harus mengakui karya original penulis dan menjadi non-komersial, mereka tidak harus melisensikan karya turunan mereka dengan persyaratan yang sama. Penulis dapat mengarsipkan pra-cetak dan pasca-cetak atau versi penerbit / PDF.
References
Gray, H.H., Dawkins, K.D., Simpson, I. A., Morgan, J.M. (2005). Lecture note kardiologi, (Edisi 4). Jakarta: Erlangga
Nurhayati, E. (2009). Gambaran faktor resiko pada pasien penyakit gagal jantung kongestif di ruang X.A RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Jurnal Kesehatan Kartika.
O’Connor, C.M. (2009). Efficacy and safety of exercise training in patients with chronic heart failure: HF-ACTION randomized controlled trial. American Medical Association, 301 (14).
Sudoyo A.W, Setyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S, editor. (2006). Buku ajar ilmu penyakit dalam. (Edisi 4). Jakarta: Pusat Penerbit Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
PERKI. (2015). Pedoman tata laksana fibrilasi atrium. Jakarta: Indonesia Heart Asosiation.
PERKI. (2015). Pedoman tatalaksana gagal jantung. Jakarta: Indonesia Heart Asosiation.
Pocock, S. J., et al. (2013). Predicting survival in heart failure: a risk score based on 39 372 patients from 30 studies. European Heart Journal 34, 1404–1413. doi:10.1093/eurheartj/ehs337
Pons, F., Lupon, J., Urrutia, A., Gonzalez, B., Crespo, E., Diez, C., … Valle, V. (2010). Mortality and Cause of Death in Patients With Heart Failure: Findings at a Specialist Multidisciplinary Heart Failure Unit. Rev Esp Cardiol, 63 (3). DOI: 10.1016/S1885-5857(10)70063-3
Raka, I.M.S.K.,. Danes, V.R., Supit W. (2015). Gambaran aktivitas listrik jantung pasien rawat inap dengan Congestive Heart Failure (CHF) di Irina F-Jantung RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado. Jurnal e-Biomedik (eBm), 3 (3).
Tambuwun, C. F. D., Panda, A. L., & Rampengan, S. H. (2016). Gambaran pasien gagal jantung dengan penyakit hipertensi yang menjalani rawat inap di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode September – November 2016. Jurnal e-Clinic (eCl), 4 (2).