Efektivitas Pemakaian Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) Pasca Plasenta pada Persalinan Pervaginam
Main Article Content
Abstract
Penggunaan AKDR memiliki beberapa efek samping di antaranya yang paling sering terjadi adalah perubahan siklus menstruasi, disertai dismenorea hingga kejadian ekspulsi. Data perbandingan mengenai efek samping penggunaan AKDR berdasarkan metode persalinan di Indonesia masih minim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) pasca plasenta pada pasien dengan persalinan pervaginam. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain prospective cohort. Pengambilan subjek dilakukan dengan consecutive sampling, sampel berupa akseptor AKDR di RSIA Sitti Khadijah 1 sebanyak 50 orang untuk metode persalinan pervaginam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan Maret 2025. Analisis statistik menggunakan uji chi-square. Tidak ditemukan kegagalan secara statistik luaran pasca pemasangan AKDR pasca plasenta termasuk lama siklus menstruasi, jumlah pembalut yang digunakan dalam sehari, lama durasi menstruasi, nyeri haid, skala nyeri saat tidak haid, keputihan abnormal, ekspulsi/AKDR keluar spontan, dan keinginan melanjutkan AKDR (p > 0,05). Pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) pasca plasenta pada pasien dengan persalinan pervaginam sangat efektif.
Downloads
Article Details
Penulis yang menerbitkan artikel di jurnal CARING menyetujui ketentuan bahwa penulis memegang hak cipta yang dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial CC BY-NC 4.0, yang memungkinkan orang lain untuk memodifikasi, mengubah, dan membangun karya penulis secara non-komersial, dan meskipun karya baru orang lain juga harus mengakui karya original penulis dan menjadi non-komersial, mereka tidak harus melisensikan karya turunan mereka dengan persyaratan yang sama. Penulis dapat mengarsipkan pra-cetak dan pasca-cetak atau versi penerbit / PDF.
References
Bahamondes, L. et al. (2005) ‘TCu 380A IUD: a reversible permanent contraceptive method in women over 35 years of age.’, Contraception. United States, 72(5), pp. 337–341. doi: 10.1016/j.contraception.2004.12.026
Chen, B. A. et al. (2010) ‘Postplacental or delayed insertion of the levonorgestrel intrauterine device after vaginal delivery: a randomized controlled trial.’, Obstetrics and gynecology, 116(5), pp. 1079–1087. doi: 10.1097/AOG.0b013e3181f73fac.
Curtis, K. M. et al. (2016) ‘U.S. Medical Eligibility Criteria for Contraceptive Use, 2016.’, MMWR. Recommendations and reports : Morbidity and mortality weekly report. Recommendations and reports. United States, 65(3), pp. 1–103. doi: 10.15585/mmwr.rr6503a1.
Damayanti, R., Jayanti, K., & Tunggal Mutika, W. (2024). Karakteristik Akseptor Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (Akdr) Di Klinik Citra Lestrai, Kabupaten Bogor Jawa Barat Tahun 2023. In Jurnal Riset Ilmiah (Vol. 3, Issue 1).
Diedrich, J. T., Desai, S., Zhao, Q., Secura, G., Madden, T., & Peipert, J. F. (2015). Association of short- term bleeding and cramping patterns with long-acting reversible contraceptive method satisfaction. American Journal of Obstetrics and Gynecology, 212(1), 50.e150.e8.https://doi.org/10.1016/j.ajog.2014.07.025
Eroǧlu, K., Akkuzu, G., Vural, G., Dilbaz, B., Akin, A., Taşkin, L., & Haberal, A. (2006). Comparison of efficacy and complications of IUD insertion in immediate postplacental/early postpartum period with interval period: 1 year follow-up. Contraception, 74(5), 376–381. https://doi.org/10.1016/j.contraception.2006.07.003
Farmer, M. and Webb, A. (2003) ‘Intrauterine device insertion-related complications: can they be predicted?’, The journal of family planning and reproductive health care. England, 29(4), pp. 227–231. doi:10.1783/147118903101197854.
p (2020). "Menstrual Changes Associated with the Use of Copper Intrauterine Devices." Journal of Obstetrics and Gynaecology, 40(5), 623-628.
Grandi, G. et al. (2018) ‘Levonorgestrel-releasing intra-uterine systems as female contraceptives.’, Expert opinion on pharmacotherapy. England, 19(7), pp. 677–686. doi: 10.1080/14656566.2018.1462337.
Halder, A. et al. (2016) ‘A Prospective Study to Evaluate Vaginal Insertion and Intra-Cesarean Insertion of Post-Partum Intrauterine Contraceptive Device’, The Journal of Obstetrics and Gynecology of India, 66(1), pp. 35–41. doi: 10.1007/s13224-014-0640-2.
Kaneshiro, B. and Aeby, T. (2010) ‘Long-term safety, efficacy, and patient acceptability of the intrauterine Copper T-380A contraceptive device.’, International journal of women’s health, 2, pp. 211–220. doi: 10.2147/ijwh.s6914.
Kapp, N., & Curtis, K. M. (2009). Intrauterine device insertion during the postpartum period: a systematic review. In Contraception (Vol. 80, Issue 4, pp. 327–336). https://doi.org/10.1016/j.contraception.2009.03.024
Levi, E., Cantillo, E., Ades, V., Banks, E., & Murthy, A. (2012). Immediate postplacental IUD insertion at cesarean delivery: A prospective cohort study. Contraception, 86(2), 102–105. https://doi.org/10.1016/j.contraception.2011.11.019
Nelson, A. L. (2011) ‘Clinical Medicine Insights : Women ’ s Health Safety , Efficacy , and Patient
Acceptability of the Copper T-380A Intrauterine Contraceptive Device’, Clinical Medicine Insights: Women’s Health, pp. 35–50. doi: 10.4137/CMWH.S5332.