Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum pada Bayi Baru Lahir di RSUD Arga Makmur Tahun 2021
Main Article Content
Abstract
Latar Belakang: asfiksia neonatorum adalah keadaan bayi yang tidak dapat bernapas spontan dan teratur, sehingga dapat menurunkan O2 dan makin meningkatnya CO2 yang menimbulkan akibat buruk dalam kehidupan lebih lanjut. Metodologi: desain penelitian survey analitik dengan pendekatan case control. Populasi semua bayi baru lahir di ruang perinatologi RSUD Arga Makmur pada tahun 2021 yang berjumlah 561. Sampel sebanyak 165 bayi yang mengalami asfiksia diambil secara simple random sampling dan 165 bayi yang tidak mengalami asfiksia diambil secara systematic random sampling. Pengumpulan data yaitu menggunakan data sekunder. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square (χ2) dan Uji Contingency Coefficient (C). Hasil: penelitian didapatkan : terdapat hubungan yang signifikan antara pre eklamsi dengan asfiksia neonatorum pada bayi baru lahir dengan hasil uji Continuity Correction diperoleh nilai c2 = 53,970 dengan ρ = 0,000 < α (0,05), terdapat hubungan yang signifikan antara letak sungsang dengan asfiksia neonatorum pada bayi baru lahir dengan hasil uji Continuity Correction diperoleh nilai c2 = 52.695 dengan ρ = 0,000 < α (0,05), terdapat hubungan yang signifikan antara gameli dengan asfiksia neonatorum pada bayi baru lahir dengan hasil uji continuity correction diperoleh nilai c2 = 14,297 dengan ρ = 0,000 < α (0,05, terdapat hubungan yang signifikan antara usia gestasi dengan asfiksia neonatorum pada bayi baru lahir hasil uji Continuity Correction diperoleh nilai c2 = 105,249 dengan ρ = 0,000 < α (0,05). Kesimpulan: terdapat hubungan antara Pre eklamsi, letak sungsang, gameli dan usia gestasi dengan kejadian asfiksis bayi baru lahir.
Downloads
Article Details
Penulis yang menerbitkan artikel di jurnal CARING menyetujui ketentuan bahwa penulis memegang hak cipta yang dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial CC BY-NC 4.0, yang memungkinkan orang lain untuk memodifikasi, mengubah, dan membangun karya penulis secara non-komersial, dan meskipun karya baru orang lain juga harus mengakui karya original penulis dan menjadi non-komersial, mereka tidak harus melisensikan karya turunan mereka dengan persyaratan yang sama. Penulis dapat mengarsipkan pra-cetak dan pasca-cetak atau versi penerbit / PDF.
References
Dinas Kesehatan Propinsi Bengkulu, 2020. Profil Kesehatan provinsi bengkulu Tahun 2020, Bengkulu
Kementerian. 2019. Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI).
Kosim. 2013. Manajemen Asfiksia Bayi Baru Lahir untuk Bidan. Jakarta: Yayasan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Utara.
Nurul Safitri. 2013. Faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap kejadian assfiksia pada bayi baru lahir di RSUP Dr. Kariadi Semarang tahun 2013. Jurnal kesehatan.
Notoatmodjo, 2014. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta :PT. Rineka Cipta.
Rahmawati, & Ningsih. 2016. Asuhan Kegawatdaruratan Pada Bayi Baru Lahir. Jakarta: EGC.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2013.
Sumarni. 2013. Kebidanan Patologi. Purwokerto : Putra Sejahtera.
Sofian, A. 2015. Sinopsis obstetric jilid I edisi 3. Jakarta : EGC Sugiono. 2010.
Susilowati Tutik dkk (2015). Buku ajar Asuhan Kebidanan Volume 1.Jakarta: EGC.
Walyani, Elisabeth S, & Th. Endang P. 2015. Asuhan kebidanan persalinan & bayi baru lahir. Yogyakarta: Pustaka baru press
Faana (2017). Hubungan antara persalinan letak sungsang. Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Wiknjosastro H, (2017) Ilmu Kebidanan. Edisi ke-4 Cetakan ke-2. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo,; 523 - 529.
World Health Organization (WHO).2018. Maternal Mortality. Amerika : World Health Organization.
World Health Organization (WHO).2019. Angka Kematian Bayi. Amerika : World Health Organization.