Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Senam Kaki Secara Mandiri terhadap Risiko Terjadinya Diabetic Foot pada Diabetesi di Puskesmas Kuta Utara

Main Article Content

Ayu Tuty Suryaningsih
Ni Luh Putu Dian Yunita Sari
I Gede Wirajaya
Ida Ayu Agung Laksmi

Abstract

Latar Belakang: Penderita Diabetes mempunyai risiko lebih tinggi untuk terjadinya gangrene pada kaki. Senam kaki merupakan salah satu pilar penatalaksanaan komplikasi Diabetes yang dapat digunakan sebagai salah satu pencegahan kaki diabetik. Tujuan Penelitian:  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan tentang senam kaki secara mandiri terhadap resiko terjadinya diabetic foot pada diabetesi di Puskesmas Kuta Utara. Metedologi: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional melibatkan 35  responden, dan menggunakan teknik total sampling. Responden menjawab pertanyaan yang menunjukkan pengetahuan serta lembar observasi senam kaki dan  untuk mengetahui resiko diabetic foot yang muncul menggunakan kuesioner  Inlow’s 60-second Diabetic Foot Screen Screening Tool. Hasil: hasil analisis uji korelasi spearman rank diperolah nilai signifikansi sebesar 0,00 (<0,05), yang artinya terdapat hubungan 1 tingkat pengetahuan tentang senam kaki secara mandiri terhadap resiko terjadinya diabetic foot pada diabetesi di Puskesmas Kuta Utara. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan tentang senam kaki dalam kategori cukup dan resiko terjadinya komplikasi diabetic foot dalam tingkatan sangat rendah. Namun timbulnya diabetic foot yang cukup tinggi di masyarakat, menjadi tantangan layanan kesehatan untuk memberikan pendidikan kesehatan yang berkala, perawatan kaki, dan senam kaki secara teratur dapat mengurangi terjadinya atau timbulnya diabetic foot.

Abstract viewed = 208 times
PDF downloaded = 246 times

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Tuty Suryaningsih, A., Ni Luh Putu Dian Yunita Sari, I Gede Wirajaya, & Ida Ayu Agung Laksmi. (2024). Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Senam Kaki Secara Mandiri terhadap Risiko Terjadinya Diabetic Foot pada Diabetesi di Puskesmas Kuta Utara. Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing, 8(2), 14-22. https://doi.org/10.36474/caring.v8i2.326
Section
Articles

References

Aini.N & Aridiana, L., M. (2016). Asuhan keperawatan pada sistem endokrin dengan pendekatan Nic-Noc. Salemba Medika.
Amelia, R. (2018). Hubungan Perilaku Perawatan Kaki dengan Terjadinya Komplikasi Luka Kaki Diabetes pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Tuntungan Kota Medan. Talenta Conference Series: Tropical Medicine (TM), 1(1), 124–131. https://doi.org/10.32734/tm.v1i1.56
Apriana, C. N. A. B. R. (2022). Hubungan Pengetahuan Dengan Motivasi Melakukan Senam Kaki Diabetes Pada Pasien DM di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta.
Arikunto. (2013). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.
Betteng. R., Pangemanan. D., M. N. (2014). Analisis Faktor Resiko Penyebab Terjadinya Diabetes Melitus Tipe II Pada Wanita Usia Produktif Di Puskesmas Wawonasa. Journal e-Biomedik.2(2):409.
Christyann, Y., Aheng, N. M. K., & Nyamin, Y. (2019). Edukasi Senam Kakiterhadap Kemampuan Melakukan Senam Kaki Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Surya Medika, 5(1), 100–114.
Damayanti, S. (2018). Perbedaan Keefektifan Pendidikan Kesehatan Metode Ceramah Dengan Leaflet Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Perawatan Kaki Diabetik Di puskesmas Ngaglik I Sleman Yogyakarta. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta, 5 (1), 331 - 338.
Handaya. (2016). Tepat Dan Jitu : Atasi Ulkus Kaki Diabetik. Yogyakarta : Rapha Publishing.
Hidayat, A. (2016). Buku Ajar Ilmu Keperawatan Dasar. Salemba Medika.
IDF. (2021). IDF DIABETES ATLAS (10th ed.). BELGIUM: International Diabetes federation. https://www.diabetesatlas.org/en/resources/
IDF. (2022). Internasional Diabetes Federation Atlas.
Kesehatan, D. (2022). Profil kesehatan.
Kurdi, F., Kholis, A. H., Hidayah, N., & Fitriasari, M. (2020). Stress Pasien Dengan Ulkus Kaki Diabetikum Di Al Hijrah Wound Care Center Jombang. Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing), 6(1), 128–136. https://doi.org/10.33023/jikep.v6i1.577

M.Dr.Dahlia Novarianing Asri, M. S. S. S. (2021). Modifikasi Perilaku : Teori Dan Penerapannya.
Manto, O. A. D., Nestriani, N. W. E. N., & Latifah, L. (2023). Hubungan Perilaku Perawatan Kaki Terhadap Kejadian Ulkus Kaki Diabetik. Journal of Nursing Invention, 4(1), 42–47. https://doi.org/10.33859/jni.v4i1.300
Notoatmojo. (2014). Ilmu Perilaku kesehatan. PT.Rineka Cipta.
Nursalam. (2015). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Salemba Medika.
Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Kemenkes RI;
Saputra, R. I., Mufihatin, S. K., & Satria, A. P. (2016). Diabetes Militus Di Wilayah Kerja Puskesmas Loa Kulu Tahun 2016.
Smeltzer, S.C., &Bare, B. B. (2013). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah (Volume 1). EGC.
Wahana, P. (2016). Filsafat Ilmu. Pustaka Diamon, 46-47.

Vibriyanti, D. (2020). Kesehatan Mental Masyarakat: Mengelola Kecemasan Di Tengah Pandemi Covid-19. Jurnal Kependudukan Indonesia, 2902, 69. https://doi.org/10.14203/jki.v0i0.550
World Health Organization. (2020). Global Tuberculosis Report. https://www.who.int/publications/i/item/9789240013131