Kue Bangkit Khas Melayu Riau Dari Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas L) Sebagai Makanan Fungsional Balita Gizi Kurang
Main Article Content
Abstract
Latar belakang: Gizi kurang menjadi masalah tertinggi selama 5 tahun terakhir. Akibat masalah gizi tersebut, seperti gagal tumbuh kembang fisik, kurang optimalnya pertumbuhan dan kecerdasan, bahkan dapat menyebabkan kematian pada balita. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh pemberian kue bangkit dari tepung ubi jalar ungu terhadap perbedaan berat badan sebelum dan sesudah intervensi dan mengetahui status gizi pada balita gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Garuda, Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru, Riau. Metedologi: Desain penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2022-Juli 2023 di wilayah kerja Puskesmas Garuda Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru. Sampel dalam penelitian ini adalah anak balita gizi kurang usia 12-59 bulan sebanyak 18 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen pada penelitian ini terdiri dari timbangan, meteran, lembar status standar gizi balita. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji T Dependen dan uji Wilcoxon pada SPSS 25. Hasil: Hasil dari penelitian ini terdapat perbedaan berat badan sebelum intervensi adalah 10.05 kg dan berat badan setelah intervensi adalah 10.93 dengan nilai p= 0,005 dan perubahan status gizi balita setelah pemberian kue bangkit ubi jalar ungu sebesar -1,67 SD dengan p value = 0,020. Kesimpulan: Kue bangkit khas Melayu Riau dari ubi jalar ungu dapat dijadikan makanan fungsional pada balita gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Garuda Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru.
Downloads
Article Details
Penulis yang menerbitkan artikel di jurnal CARING menyetujui ketentuan bahwa penulis memegang hak cipta yang dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial CC BY-NC 4.0, yang memungkinkan orang lain untuk memodifikasi, mengubah, dan membangun karya penulis secara non-komersial, dan meskipun karya baru orang lain juga harus mengakui karya original penulis dan menjadi non-komersial, mereka tidak harus melisensikan karya turunan mereka dengan persyaratan yang sama. Penulis dapat mengarsipkan pra-cetak dan pasca-cetak atau versi penerbit / PDF.
References
Diniyyah, S. R., & Nindya, T. S. (2017). Asupan Energi, Protein dan Lemak dengan Kejadian Gizi Kurang pada Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Suci, Gresik. Amerta Nutrition, 1(4), 341. https://doi.org/10.20473/amnt.v1i4.7139
Dinkes Kota Pekanbaru.(2021). Laporan Status Gizi Balita Berdasarkan Indeks BB/TB Menurut Puskesmas Kota Pekanbaru.
Febrianti, Yeni. (2020) Gambaran Status Ekonomi Keluarga Terhadap Status Gizi Balita (BB/U) di Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Riau.
Fitri, Imelda. (2020). Modifikasi Kue Tradisional Khas Melayu Riau (Kue Bangkit) Dari Inulin Umbian Lokal (Ipomoea Batatas) Sebagai Makanan Prebiotik Pendamping Air Susu Ibu (Mp-Asi). Laporan Hasil Penelitian
Fitri, I., Hotmauli, Nurmaliza, Iballa, B. D. M., & Herlina, S. (2023). Macro and Micronutrients of Purple Sweet Potato Flour as Material Raw Complementary Feeding. Journal of Advanced Research in Applied Sciences and Engineering Technology, 30(1), 44–49.https://doi.org/10.37934/araset.31.1.4449
Fitri, Imelda. (2023). Tepung Ubi Jalar Ungu Solusi Prebiotik Sebagai Bahan Baku Makanan Pendamping ASI. Taman Karya. Buku monograf
Husna, L. N., & Izzah, N. (2021). Gambaran Status Gizi Pada Balita : Literature Review. Prosiding Seminar Nasional Kesehatan, 1, 385–392. shttps://doi.org/10.48144/prosiding.v1i.689
Kemenkes RI 2019. Tentang Penanggulangan Masalah Gizi Bagi Anak Akibat Penyakit.
Khuzaimah, A. (2018). Pengaruh Kepatuhan Konsumsi Biskuit Mp-Asi Terhadap Asupan Dan Status Gizi Baduta Wasting Usia 6-18 Bulan Effect of Mp-Asi Biscuit Consumption Compliance on Intake and Nutritional Status of Wasting Baduta Age 6-18 Month. Journal.Unhas.Ac.Id, 3(1), 359–367. https://ecampus.poltekkes medan.ac.id
Pangastika, T., & Ansori, M. (2022). Pembuatan Kue Bangkit Komposit Tepung Jengkol ( Pithecellobium jiringa ) dengan Perlakuan Perendaman Kapur Sirih pada Tekanan Berbeda. Food Science and Culinary Education Journal, 11(1), 9–15.
Pratiwi, I. K., & Hapsari, N. I. (2019). Nilai Protein, Β-Karoten Dan Sensoris Biskuit Bayi Dari Tepung Ubi Jalar Kuning, Tepung Kecambah Kacang Hijau Dan Tepung Millet Terfermentasi. Scientific Journal of Food Technology, 6(1), 6675.
Rizkia, P., Sekarwana, N., & Damailia, R. (2023). Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi pada Anak Usia 2-5 Tahun di Puskesmas Karang Tengah Kabupaten Cianjur. Bandung Conference Series: Medical Science, 3(1), 309–313. https://doi.org/10.29313/bcsms.v3i1.6007
Rohmi, R., Fikri, Z., & Pujasari, N. K. R., 2019. Ubi Jalar Putih (Ipomoea Batatas L.) Media Alternatif Pertumbuhan Aspergillus Niger. Jurnal Kesehatan Prima, 13(2), 143-150.
Widodo, Y. Pertumbuhan Bayi 0-4 Bulan yang mendapat ASI Ekslusif dan ASI Tidak Ekslusif. Sain Kesehatan, 2008, 18(3): 427-4