Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi di Yogyakarta
Main Article Content
Abstract
Latar Belakang: Prevalensi penderita HT dari tahun ke tahun semakin meningkat. Dengan pertambahan usia, lansia mengalami penurunan fungsi fisiologis karena proses penuaan sehingga pada lansia banyak muncul penyakit tidak menular. Pengetahuan lansia merupakan hal yang memiliki andil dari banyak factor yang berkaitan dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi obat. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menimbulkan komplikasi dan dapat mempengaruhi kualitas hidup lansia. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan pengetahuan tentang hipertensi dengan kepatuhan minum obat hipertensi di Yogyakarta. Metedologi: Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 71 responden penderita Hipertensi. Uji statistic yang digunakan adalah analisis korelasi spearman rank untuk mengetahui korelasi antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kepatuhan minum obat. Hasil: Berdasarkan hasil pengukuran tingkat pengetahuan sebagianbesar yaitu 31 responden (43,7%) memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi dan 38 responden (53,5%) memiliki tingkat kepatuhan minum obat rendah. Hasiluji Spearman rank terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat (p value 0,000 < 0,05) dengan kekuatan hubungan kuat, dibuktikan dengan nilai correlation coeficient yaitu 0,871. Kesimpulan Perawat perlu memberikan edukasi tentang penyakit hipertensi dan pentingnya minum obat dengan metode yang lebih sederhana sehingga mudah untuk di ingat terutama oleh lansia.
Downloads
Article Details
Penulis yang menerbitkan artikel di jurnal CARING menyetujui ketentuan bahwa penulis memegang hak cipta yang dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial CC BY-NC 4.0, yang memungkinkan orang lain untuk memodifikasi, mengubah, dan membangun karya penulis secara non-komersial, dan meskipun karya baru orang lain juga harus mengakui karya original penulis dan menjadi non-komersial, mereka tidak harus melisensikan karya turunan mereka dengan persyaratan yang sama. Penulis dapat mengarsipkan pra-cetak dan pasca-cetak atau versi penerbit / PDF.
References
Anwar, K. &. (2019). Hubungan kepatuhan minum obat antihipertensi dengan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Air Putih Samarinda. Borneo Student Research, 1 (1), 494-501.
Dinkes. (2020). Profil kesehatan kota Yogyakarta tahun 2020 (Data tahun 2019). In D. Yogyakarta, Profil Kesehatan Tahun 2020 Kota Yogyakarta (pp. 40-43). Yogyakarta: Dinkes Pemerintah Kota Yogyakarta.
Everett, B. &. (2015). Gender differences in hypertension and hypertension awareness among young adults. Biodemography and Social Biology, 61(1), 1-17.
Harahap, D. A. (2019). Hubungan pengetahuan penderita hipertensi tentang hipertensi dengan kepatuhan minum obat antihipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kampa. Jurnal Ners, Vol. 3 (2), 97-102.
Indriana, N. &. (2021). Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Hipertensi Di Rumah Sakit X Cilacap. Jurnal Ilmiah JOPHUS: Journal Of Pharmacy UMUS, 2(01), https://doi.org/10.46772/jophus.v2i01.266.
Kemenkes. (2016, Mei 29). Situasi lanjut usia di Indonesia . Retrieved from Pusat data dan informasi Kementrian Kesehatan RI: https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/Infodatin/infodatin-lansia-2016
Kemenkes. (2021, Mei 06). Hipertensi penyebab utama penyakit jantung, gagal ginjal dan stroke. Retrieved from kemenkes.go.id: https://p2ptm.kemkes.go.id/tag/hipertensi-penyebab-utama-penyakit-jantung-gagal-ginjal-dan-stroke
Mangendai, Y. R. (2017). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan berobat pada pasien hipertensi di Puskesmas Ranotana Weru. E-Journal Keperawata, Vo. 5 (1), https://doi.org/10.35790/jkp.v5i1.15829.
Manuntung, A. (2018). Terapiperilaku koqnitif pada pasien hipertensi. Malang: Wineka Media.
Mardiana, S. F. (2021). Hubungan tingkat pendidikan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Karangrayung II. roceeding of The 13th University Research Colloquium (URECOL) 2021: Kesehatan dan MIPA, (pp. 628-635). Klaten: STIKES Muhammadiyah Klaten.
Morganti, A. R. (2020). Secondary Hypertension. Italy: Springer Nature Switzerland.
Mulyani, I. N. (2020). Hubungan kepatuhan minum obat terhadap tingkat kekambuhan pasien skizofrenia di poli jiwa RSUD. DR. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan Dan Teknologi, Vol. 2(1), 35-39.
Pramana, G. A. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pasien hipertensi peserta prolanis di puskesmas Pringapus Kabupaten Semarang. Journal of Pharmasi and natural Product, Vol. 2, 52-58.
Pramestuti, H. &. (2016). Tingkat pengetahuan pasien hipertensi tentang penggunaan obat di puskesmas kota Malang. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, Vol. 5, 26-34.
Pratama, G. &. (2016). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan hipertensi pada lansia binaan Puskesmas Klungkung 1. E-Jurnal Medika Udayana, Vol. 5 (1), https://ojs.unud.ac.id/index.php/eum/article/view/19735.
Purba, E. (2019). Hubungan pengetahuan penderita hipertensi dengan kepatuhan minum obat di poli penyakit dalam RUP H. Adam Malik. Jurnal Medika Hutama, Vol. 2 (3), 1-10.
Putri, M. (2018). Hubungan pengetahuan dengan perilaku perempuan obesitas tentang pencegahan resiko penyakit akibat obesitas di Desa Slahung Wilayah kerja Puskesmas Slahung Ponorogo. Ponorogo: Universitas Muhammadiyah.
Rachmawati, E. R. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan keluarga terhadap penyakit faktor yang mempengaruhi pengetahuan keluarga terhadap penyakit hipertensi: Telaah Narasi. Jurnal Mitra Sehat, Vol. 4(1), 14-19.
Setiyana, N. (2021). Hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi. Jurnal Medika Utama, 2 , 940-943.
Sinuraya, R. S. (2017). Pengukuran tingkat pengetahuan tentang . Jurnal Farmasi klinik Indonesia, vol. 6(4), 290-297.