Hubungan Resiliensi Keluarga dengan kekambuhan pada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Wilayah Kerja UPTD. Puskesmas Nusa Penida I

Main Article Content

I Putu Darmawan
IGAA Sherlyna Prihandhani
A.A Kompiang Ngurah Darmawan

Abstract

Latar Belakang: Ada beberapa faktor yang terkait dalam proses perawatan penderita ODGJ dengan kekambuhan adalah adanya distres psikologis, keluarga menjadi depresi, koping, dukungan sosial, fungsi keluarga serta adanya resiliensi. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan resiliensi keluarga dengan kekambuhan pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Metedologi: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 43 keluarga ODGJ yang berada di wilayah kerja UPTD. Puskesmas Nusa Penida I. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan uji statistic yang digunakan adalah Uji Chi- Square dengan ɑ 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara resiliensi keluarga dengan kekambuhan pada orang dengan gangguan jiwa. Hasil uji statistik dengan Chi Square mendapatkan nilai p= 0,013 (< α =0,05) ada hubungan signifikan antara resiliensi keluarga dengan kekambuhan orang dengan gangguan jiwa. Dengan demikian Resiliensi keluarga dapat menurunkan angka kekambuhan pada ODGJ. Kesimpulan Disarankan kepada masyarakat dalam peningkatan resiliensi keluarga bisa dilakukan melalui selalu memberi dukungan pada ODGJ dalam pengobatan dan perawatan gangguan jiwanya.

Abstract viewed = 790 times
PDF downloaded = 434 times

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Darmawan, I. P., Prihandhani, I. S., & Darmawan, A. K. N. (2023). Hubungan Resiliensi Keluarga dengan kekambuhan pada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Wilayah Kerja UPTD. Puskesmas Nusa Penida I. Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing, 7(1), 10-17. https://doi.org/10.36474/caring.v7i1.275
Section
Articles

References

Amelia, D. R., & Anwar, Z. (2013). Relaps Pada Pasien Skizofrenia. 1(1) 53-65.

Baputty, Sulaigah; Hitam, Sabtu; Sethi, S. (2014) Mental Health Nursing. Kuala Lumpur: Oxford Fajar Sdn.

Bishop, M. dan Greeff, A. P. (2015) „Resilience in families in which a member has been diagnosed with schizophrenia‟, Journal of Psychiatric and Mental Health Nursing, 22(7), pp. 463–471. doi: 10.1111/jpm.12230.

Dorland (2015) Kamus Saku Kedokteran Dorland. Edisi 29. Jakarta: EGC.

Fikreyesus, M., Soboka, M. dan Feyissa, G. T. (2016) „Psychotic relapse and associated factors among patients attending health services in Southwest Ethiopia: a cross-sectional study‟, BMC Psychiatry. BMC Psychiatry, 16(1), p. 354. doi: 10.1186/s12888-016-1076-2.

Herbert, H., Manjula, M., & Philip, M. (2015). Growing up with a parent having schizophrenia: Experiences and Resilience in off springs. Indian Journal of Psychological Medicine. 35, 148-153

Kasjono, Heru,. Kristiawan, Heldhi,. (2017). Intisari Epidemiologi. Jogjakarta : Mitra Cendikia Press.

Keliat, Budi. (2016). Peran Serta Keluarga dalam Perawatan Klien Gangguan Jiwa. Jakarta : EGC.

Kulhara, P., Kate, N., Grover, S., Nehra, R., Kulhara, P., Kate, N., & Grover, S. (2012). World Journal of Psychiatry. 2(3), 43–48. https://doi.org/10.5498/wjp.v2.i3.43

Maslim, R. (2014) Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa : Rujukan Ringkas dari PPDGJ-III dan DSM-5. Jakarta: FK Unika Atmajaya.

Muhlisin, A. (2012) Keperawatan Keluarga. Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Nursalam (2016) Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis.
Edisi 4. Jakarta: Salemba Medika.

Priyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif. Edisi Revisi. Sidoarjo: Zifatama Publishing.

Power, J. et al. (2016) „Family resilience in families where a parent has a mental illness‟, Journal of Social Work, 16(1), pp. 66–82. doi: 10.1177/146801731456808Riskesdas (2018). Laporan Hasil Riset Kesehatan dasar tahun 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan RI Tahun 2018.

Rismarini, N. A. (2017). Iman Dan Cinta Sebagai Fondasi Resiliensi Pada Keluarga Pendamping Pasien Skizofrenia : Sebuah Studi Kasus Faith And Love As The Foundations Of Resilience Of Family Caregiver Of Patients With Schizophrenia : A Case Study. 19(2), 100–112.

Sandu Siyoto. (2015). Dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Literasi Media Publishing.

Siswanto dkk. (2014). Metodologi Penelitian Kesehatan Dan Kedokteran (pertama). Yogyakarta: Bursa Ilmu.

S. Sudeen. (2016). Buku Saku Keperawatan Jiwa. Edisi 3. Jakarta: EGC.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:Alfabeta

Sujarweni, V. (2014). Metodologi Penelitian Keperawatan (pertama). Yogyakarta: Gava Media.

Sutejo. (2018). Keperawatan Kesehatan Jiwa. Yogyakarta: Pustaka Baru Press

Suliswati, et al (2012). Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Edited by M. Ester. Jakarta: EGC.

Taufik, Yunus. 2014. Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kekambuhan Pada Pasien Skizofrenia Di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Grhasia DIY . Jurnal Keperawatan Yogyakarta : Stikes Aisyiyah Yogyakarta.

Tlhowe, T. T., du Plessis, E. dan Koen, M. P. (2017) „Strengths of families to limit relapse in mentally ill family members‟, Health SA Gesondheid. Elsevier Ltd, 22, pp. 28–35. doi: 10.1016/j.hsag.2016.09.003.

UU Kesehatan RI (2014). Undang-Undang Republik Indonesia No 18 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Jiwa. (1), p. 28.

Wandasari, W. (2012) Hubungan Antara Resiliensi Keluarga Dan Family Sense Of Coherence Pada Mahasiswa Yang Berasal Dari Keluarga Miskin. Universitas Indonesia.

Walsh. (2016) Strengthening Family Resilience. Third edition. The Guilford Press

Weret, Z. S. dan Mukherjee, R. (2014) „Prevalence of Relapse and Associated Factors in Patient with Schizophrenia at Amanuel Mental Specialized Hospital , Addis Ababa , Ethiopia : Institution Based Cross Sectional Study‟, International Journal of Multidisciplinary Studies, 2(1), pp. 184– 192.

Widiastutik, W., Winarni, I. dan Lestari, R. (2016). Dinamika Resilience Keluarga Penderita Skizofregvnia Dengan Kekambuhan. The Indonesian Journal Of Health Science, 6(2), pp. 132–149.

World Health Organization. (2022). Mental Disorders. 8 Juni 2022. https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/mental-disorders

Xiao, J., Mi, W., Li, I., Shi, Y., & Zhang, O. (2015). High relapse rate and poor medication adherence in the Chinese population with schizophrenia : results from an observational survey in the People ’ s Republic of China. 1161–1167.

Yusuf, A. dkk (2015). Buku Ajar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta: Salemba Medika.

Zauszniewski, J. A., Bekhet, A. K. dan Suresky, M. J. (2015) „Indicators of Resilience in Family Members of Adults with Serious Mental Illness‟, Psychiatric Clinics of North America, 38(1), pp. 131–146. doi: 10.1016/j.psc.2014.11.009.