The Pengaruh Berat Badan Lahir, Asfiksia dan Jenis Persalinan terhadap Kejadian Ikterus pada Neonatus di Rumah Sakit Umum Daerah TGK CHIK Ditiro Sigli Kabupaten Pidie
Main Article Content
Abstract
Latar Belakang: Ikterus neonatus atau hiperbilirubinemia menyebabkan bayi terlihat berwarna kuning karena belum matangnya fungsi hati pada bayi untuk memproses eritrosit. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Pengaruh Berat Badan Lahir, Asfiksia dan Jenis Persalinan Terhadap Kejadian Ikterus Pada Neonatus. Metedologi: Desain penelitian metode retrospektif dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Tgk Chik Ditiro Sigli Kabupaten Pidie. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 230 orang. Alat pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data yang berasal dari Rekam Medik. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa neonatus yang mengalami ikterus sebanyak 39 responden (17%) dan yang tidak mengalami ikterus sebanyak 191 responden (83%), ada pengaruh berat badan lahir terhadap kejadian ikterus pada neonatus dengan nilai P-value 0,012 ≤ 0,05, ada pengaruh asfiksia terhadap kejadian ikterus pada neonatus dengan nilai P-value 0,000 ≤ 0,05 dan tidak ada pengaruh jenis persalinan terhadap kejadian ikterus pada neonatus dengan nilai P-value 0,822 ≤ 0,05. Kesimpulan terdapat pengaruh berat badan lahir, asfiksia terhadap kejadian ikterus pada neonatus dan tidak ada pengaruh jenis persalinan terhadap kejadian ikterus pada neonatus.
Downloads
Article Details
Penulis yang menerbitkan artikel di jurnal CARING menyetujui ketentuan bahwa penulis memegang hak cipta yang dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial CC BY-NC 4.0, yang memungkinkan orang lain untuk memodifikasi, mengubah, dan membangun karya penulis secara non-komersial, dan meskipun karya baru orang lain juga harus mengakui karya original penulis dan menjadi non-komersial, mereka tidak harus melisensikan karya turunan mereka dengan persyaratan yang sama. Penulis dapat mengarsipkan pra-cetak dan pasca-cetak atau versi penerbit / PDF.
References
Herwanto.A.H. (2020). Hubungan Persalinan Seksio Sesarea Dengan Hyperbilirubinemia Neonatus. Jakarta. Tarumanagara Medical Journal, 2(2), 268 – 273.
Machfudloh.H. (2017). Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Ikterus Pada Bayi. Sidoarjo: Jurnal Kesehatan, 3(2), 1–13.
Mulyati, Iswati.N, & Wirastri.U. (2019). Analisis asuhan keperawatan pada pasien neonatus dengan hiperbilirubinemia di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto: Bidang MIPA dan Kesehatan.
Puspita, & Ndaru. (2018). Pengaruh Berat Badan Lahir Rendah Terhadap Kejadian Ikterus Neonatorum di Sidoarjo. Jurnal Berkala Epidemiologi, 6(2), 178–181.
Abata. Q.A, A. (2016). Merawat Bayi Baru Lahir Bagi Para Orang Tua. Yogyakarta.
Rasyd.W. (2019). Faktor faktor yang berhubungan dengan kejadian ikterus neonatorum di RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta. Universitas Aisyiah Yogyakarta.
Rini.S, & Kumala.F. (2016). Panduan Asuhan Nifas & Evidence Based Practice. Yogyakarta: Deepublish. Deepublish.
Rohani.S, & Wahyuni.R.R. (2017). Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Ikretus Pada Neonatus. Jurnal Kesehatan, 3(1), 125–234.
Rohani.S, & Wahyuni, R. (2017). Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Ikretus Pada Neonatus. Jurnal Midwifery, 2(1), 120–134.
Rositawati.R. (2017). Hubungan BBLR dan Asfiksia Dengan Kejadian Ikterus Neonatorum. Semarang. Jurnal Obstretika Scientia, 4(2), 508 – 520.
Sembiring. (2019). Tatalaksana Ikterus Neonatorum. HTA Indonesia. Jakarta.
WHO. (2019). Infant, newborn, (online), who.int. Retrieved from https://www.who.int/infant.newborn/en/.
Wijaya.F.A, & Suryawan.I.W.B. (2019). Faktor risiko kejadian hiperbilirubinemia pada neonates di ruang perinatologi RSUD Wangaya Kota Denpasar. Medicine, 50(2), 357–364.
Yuliana, Hidayah, & Wahyuni. (2018). Hubungan Faktor Perinatal dan Neonatal Terhadap Kejadian Ikterus Neonatorum (The Relationship Between Perinatal And Neonatal Factors on The Neonatal Jaundice). Jurnal Ners Dan Kebidanan, 5(2).
Yuliawati, & Astutik. (2018). Studi Komparatif Kadar Bilirubin Pada Bayi Baru Lahir Dengan Fototerapi Yang Diberikan ASI Eksklusif Di RST Malang. Nursing News, 3(1).