Pengaruh Penundaan Pemotongan Tali Pusat Terhadap Kadar Hemoglobin pada Bayi Baru Lahir di Rumah Sakit Prima Medika

Main Article Content

Kadek Widiantari
Desak Nyoman Idayani
Ni Ketut Ayu Sugiartini

Abstract

Latar Belakang: Anemia defesiensi besi merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada bayi dengan kejadian tertinggi pada umur 6- 24 bulan. Salah satu penyebab kejadian anemia adalah adanya ICC (Imediettly Cord Clamping) di setiap persalinan. Pengkleman tali pusat secepatnya akan mengambil darah bayi 54-160 cc. Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penundaan pemotongan tali pusat terhadap kadar hemoglobin pada Bayi Baru Lahir. Metodelogi: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Quasy Eksperiment dengan rancangan Posttest Only Control Group Design. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling  dengan jumlah sampel sebanyak 30 bayi baru lahir terdiri dari 15 sebagai kelompok intervensi dan 15 sebagai kelompok kontrol. Hasil: Hasil penelitian didapatkan yaitu rata-rata kadar hemoglobin bayi baru lahir pada kelompok intervensi setelah diberikan perlakuan adalah 18,15 gram/dL dengan standar deviasi 1,08 sedangkan untuk kelompok kontrol post-test nilai rata- rata kadar haemoglobin bayi yaitu 16,29 gram/dL dengan standar deviensi 0,74. Hasil uji statistik menunjukan bahwa, nilai p=0,000 < 0,05. Kesimpulan: Berdasarkan uji statistic didapatkan ada pengaruh penundaan pemotongan tali pusat terhadap kadar hemoglobin pada Bayi Baru Lahir. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan refrensi dalam menentukan kebijakan Rumah Sakit, khususnya dalam menerapkan penundaan pemotongan tali pusat sebagai upaya pencegahan anemia defisiensi besi.

Abstract viewed = 1573 times
PDF downloaded = 878 times

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Widiantari, K., Idayani, D. N., & Sugiartini, N. K. A. (2023). Pengaruh Penundaan Pemotongan Tali Pusat Terhadap Kadar Hemoglobin pada Bayi Baru Lahir di Rumah Sakit Prima Medika . Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing, 7(1), 93-98. https://doi.org/10.36474/caring.v7i1.253
Section
Articles

References

Alzaree, F., Elbohoty, A., & Abdellatif, M. (2018). Early versus delayed umbilical cord clamping on physiologic anemia of the term newborn infant. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 6(8), 1399–1404. https://doi.org/10.3889/oamjms.2018.286
Ashish, K. C., Målqvist, M., Rana, N., Ranneberg, L. J., & Andersson, O. (2016). Effect of timing of umbilical cord clamping on anaemia at 8 and 12 months and later neurodevelopment in late pre-term and term infants; a facility-based, randomized-controlled trial in Nepal. BMC Pediatrics, 16(1), 1–6. https://doi.org/10.1186/s12887-016-0576-z
Astuti, R. Y., & Ertiana, D. (2018). Anemia dalam Kehamilan. Pustaka Abadi.
Carolin, B. T., . S., & Damayanti, A. (2020). Pengaruh Delayed Cord Clamping terhadap Kadar Hemoglobin (HB) dan Hematokrit (HT) pada Bayi. Jurnal Sehat Mandiri, 15(1), 112–121. https://doi.org/10.33761/jsm.v15i1.199
Destariyani, E. (2016). Tali Pusat Terhadap Kadar Zat Besi Bayi Baru Lahir. 3, 29–35.
Evayanti, Y., Isnaini, N., & Yuliasari, D. (2017). Pengaruh penundaan pemotongan tali pusat dengan peningkatan kadar hemoglobin dan hematokrit dalam darah di bidan praktik swasta (bps) rosbiatul wilayah kerja puskesmas susunan baru kota bandar lampung tahun 2017. Jurnal Kebidanan, 3(4), 236–242..
Garabedian, C., Rakza, T., Drumez, E., Poleszczuk, M., Ghesquiere, L., Wibaut, B., Depoortere, M. H., Vaast, P., Storme, L., & Houfflin-Debarge, V. (2016). Benefits of delayed cord clamping in red blood cell alloimmunization. Pediatrics, 137(3). https://doi.org/10.1542/peds.2015-3236
IDAI, (2013). Anemia Defisiensi Besi Pada Bayi dan Anak. http://www.idai.org.
Maternity, D., Farich, A., & gusmilyani, G. (2016). Perbedaan Lama Penjepitan Tali Pusat Terhadap Kadar Haemoglobin (Hb) Bayi Baru Lahir Di Rumah Sakit Daerah Mayjend. Hm. Ryacudu Kotabumi Lampung Utara Tahun 2015. Jurnal Kebidanan Malahayati, 1(3), 148–154. http://ejurnal.malahayati.ac.id/index.php?journal=bidan&page=article&op=view&path%5B%5D=30
Nouraie, S., Akbari, S. A., Vameghi, R., & Baghban, A. A. (2019). The Effect of the Timing of Umbilical Cord Clamping on Hemoglobin Levels, Neonatal Outcomes and Developmental Status in Infants at 4 Months Old. Iranian Journal of Child Neurology, 13(1), 45–55. http://kiss.kstudy.com/journal/thesis_name.asp?tname=kiss2002&key=3183676
Santi, M., Wardani, Z., Sari, N. P., & Pangkalpinang, K. (2021). Pengaruh Penundaan Pemotongan Tali Pusat terhadap Kadar Hemoglobin pada Bayi Baru Lahir Effect of Delayed Cord Clamping on Hemoglobin Levels of Newborn. 6(1), 16–19.
Suryani, L. (2019). Efektifitas Waktu Penundaan Pemotongan Tali Pusat terhadap Kadar Hemoglobin pada Bayi Baru Lahir di RSU Anutapura Kota Palu. Jurnal Kesehatan Manarang, 5(1), 1. https://doi.org/10.33490/jkm.v5i1.65
World Health Organization. (2014). Optimal timing of cord clamping for the prevention of iron deficiency anaemia in infants‟. Available at: https://www.who.int/elena/titles/cord_ clamping/en/