Pengaruh Terapi Suportif Terhadap Intensi Melakukan Operasi Katarak pada Pasien Katarak di RS Mata Ramata

Main Article Content

Kadek Dwi Kartika Wijayanti
Putu Wira Kusuma Putra
I Putu Artha Wijaya

Abstract

Latar Belakang: Wanita pada masa remaja akan mengalami menstruasi secara teratur setiap bulannya dan terkadang disertai dengan nyeri dismenore. Nyeri dismenore dapat diatasi dengan terapi farmakologi maupun non farmakologi. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat digunakan adalah Hatha Yoga, yang mana dapat menghasilkan hormon endorphin yaitu hormon yang dapat memberikan rasa nyaman dan dapat mengurangi rasa nyeri. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Hatha Yoga terhadap nyeri dismenore. Metedologi: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenis non probability sampling yaitu purposive sampling dengan jumlah smapel sebanyak 64 responden. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test untuk membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hasil: Hasil penelitian didapatkan pada kelompok kontrol didapatkan hasil uji statistik nilai probabilitas atau sig.(2-tailed) sebesar 0,231 dan pada kelompok intervensi sebesar 0,000. Kesimpulan: Kesimpulannya adalah terdapat pengaruh pemberian Hatha Yoga terhadap nyeri dismenore pada remaja putri di Lingkungan Ketugtug Kelurahan Loloan Timur tahun 2021.

Abstract viewed = 1059 times
PDF downloaded = 1030 times

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Wijayanti, K. D. K., Putra, P. W. K., & Wijaya, I. P. A. (2022). Pengaruh Terapi Suportif Terhadap Intensi Melakukan Operasi Katarak pada Pasien Katarak di RS Mata Ramata. Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing, 6(1), 59-66. https://doi.org/10.36474/caring.v6i1.227
Section
Articles

References

Ajzen. (2005). Attitudes, Personality and Behaviour. Maindenhead: Open University Press.
Anderson, E., & Taareluan, J. A. (2019). Aroma Terapi Lavender Terhadap Kecemasan Pasien Pra Operasi Katarak. Nutrix Journal, 3(1). https://doi.org/https://doi.org/10.37771/nj.Vol3.Iss1.394
Dewi. (2017). Contraints and supporting factor to access free cataract surgery. Universitas Airlangga.
Erman, I. (2014). Hubungan umur dan jenis kelamin dengan kejadian katarak di Instalasi Rawat Jalan (Poli Mata) Rumah Sakit DR. Sobirin Kabupaten Musi Rawas. Politeknik Palembang.
Faza. (2012). Peran Sikap Tehadap Operasi Medis, Norma Subjektif, Persepsi Kendali Perilaku, Dan Perilaku Masa Lalu Dalam Memprediksikan Intensi Untuk Menjalani Operasi Medis (Studi Pada Pasien Kanker Dan Pasien Penyakit Jantung). Retrieved from http://thesis.binus.ac.id/doc/ringkasanind/2012-1-00410PS Ringkasan001.pdf
Hidayat. (2009). Metode Penelitian Keperawatan dan Tekhnik. Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika.
Ilyas. (2018). Ilmu Penyakit Mata. Jakarta: Sagung Seto.
Kemenkes RI. (2016). INFODATIN Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI Situasi Balita Pendek. Jakarta.
Kementerian Kesehatan RI. (2014). Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, Situasi Gangguan Penglihatan dan Kebutaan. Retrieved from http://www.depkes.go.id
Klingberg. (2010). Cognitive behavioural therapy versus supportive therapy for persistent positive symptoms in psychotic disorders: The POSITIVE Study, a multicenter, prospective, single-blind, randomised controlled clinical trial. Trials. Retrieved from http://www.trialsjournal.com/content/11/1/123
Mansjoer, A. (2010). Kapita Selekta Kedokteran, edisi 4. Jakarta: Media Aesculapius.
Notoatmodjo. (2014). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nugroho. (2012). Keperawatan Gerontik. Jakarta: EGC.
Nurcahyani, F., Dewi, E. I., & Rondhianto. (2016). Pengaruh Terapi Suportif Kelompok terhadap Kecemasan pada Klien Pasca Bencana Banjir Bandang di Perumahan Relokasi Desa Suci Kecamatan Panti Kabupaten Jember. E-Jurnal Pustaka Kesehatan, 4(2).
Nursalam. (2011). Konsep dan Penerapan Metodelogi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pedoman Skripsi, Tesis, dan Instrumen Keperawatan (2nd ed.). Jakarta: Salemba Medika.
Prastiyanto, E. (2011). Karakteristik penderita katarak di balai pengobatan mata masyarakat kamandaka purwokerto. Retrieved from http://digilib.shb.ac.id/gdl.php?mod= browse&op=read&id=shb-- ediprastiy- 612&q=Dan&newlang=english
Priyoto. (2014). Teori Sikap & Perilaku dalam Kesehatan. Jakarta: Badan Penerbit FKUI.
Purwandari. (2009). Layanan Terapi Suportif Bagi Anak Tunalaras Tipe SocialWithdrawal. Jurnal Pendidikan Khusus, 2(5).
RS Ramata. (2020). Data Laporan Rekam Medis. Denpasar.
Setiadi. (2013). Konsep dan praktek penulisan riset keperawatan (Ed.2). Yogyakarta: Graha Ilmu.
Siagian, S. P. (2012). Teori motivasi dan aplikasinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Siswoyo, Hakam, M., & Budiningtyas, D. K. (2018). Terapi Suportif Berpengaruh Terhadap Intensi Melakukan Operasi Katarak Pada Klien Katarak Di Wilayah Kerja Puskesmas Tempurejo Kabupaten Jember. E-Jurnal Pustaka Kesehatan.
Siswoyo, Murtaqib, & Sari, T. B. R. (2018). Terapi Suportif Meningkatkan Motivasi untuk Melakukan Operasi Katarak pada Pasien Katarak di Wilayah Kerja Puskesmas Tempurejo Kabupaten Jember. E-Jurnal Pustaka Kesehatan, 6(1).
Smeltzer, S. C. O., & Bare, B. G. (2011). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC.
Soalihin. (2020). Hubungan Tingkat Kecemasan Pasien Dan Dukungan Sosial Pada Pasien Katarak Pra Operasi Rumah Sakit Tk Ii Marthen Indey. Healthy Papua, 3(2).
Stuart, & Laraia. (2005). Principle and Practice of Psychiatric Nursing. USA: Elsevier Mosby, St Louis Missouri.
Surtiningrum. (2010). Pengaruh Terapi Suportif terhadap Kemampuan Bersosialisasi pada Klien Isolasi Sosial RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang. Universitas Indonesia.
Vaughan. (2015). Optalmologi Umum. Jakarta: Widya Medika.
Wikamorys, D. A., & Rochmach, T. N. (2017). Aplikasi Theory Of Planned Behavior Dalam Membangkitkan Niat Pasien Untuk Melakukan Operasi Katarak. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 5(1).