Hubungan Indeks Masa Tubuh (IMT) dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Kelas VIII di SMP Negeri 2 Kuta Utara
Main Article Content
Abstract
Latar Belakang: Salah satu perubahan yang terjadi pada remaja putri adalah terjadinya menstruasi. Menstruasi yang terjadi secara berulang dan teratur setiap bulan pada akhirnya akan membentuk suatu siklus menstruasi. Siklus menstruasi yang terjadi pada remaja putri tidak selalu teratur karena sebagian remaja putri mengalami masalah terkait gangguan siklus menstruasi yang salah satu faktor penyebabnya adalah indeks masa tubuh dari remaja tersebut. Tujuan Penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan indeks masa tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi pada remaja kelas VIII di SMP Negeri 2 Kuta Utara. Metedologi: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 70 orang. Teknik sampling dengan teknik probability sampling yaitu simple random sampling. Instrumen pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi siklus menstruasi, timbangan badan digital dan pengukur tinggi badan. Data dianalisis dengan menggunakan uji spearman rank. Hasil: Hasil penelitian didapatkan 35,7% responden dengan indeks masa tubuh normal dan 42,9% mengalami siklus menstruasi normal. Berdasarkan uji hipotesis didapatkan bahwa p=0,001 dan r=0,539 yang menunjukkan bahwa adanya hubungan antara Indeks Masa Tubuh (IMT) dengan Siklus Menstruasi pada Remaja di SMP Negeri 2 Kuta Utara. Kesimpulan: Perawat diharapkan dapat meningkatkan perannya sebagai edukator dalam mengedukasi dan memberikan informasi kepada remaja untuk dapat menjaga status gizi dan juga indeks masa tubuh sehingga siklus menstruasi dapat teratur.
Downloads
Article Details
Penulis yang menerbitkan artikel di jurnal CARING menyetujui ketentuan bahwa penulis memegang hak cipta yang dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial CC BY-NC 4.0, yang memungkinkan orang lain untuk memodifikasi, mengubah, dan membangun karya penulis secara non-komersial, dan meskipun karya baru orang lain juga harus mengakui karya original penulis dan menjadi non-komersial, mereka tidak harus melisensikan karya turunan mereka dengan persyaratan yang sama. Penulis dapat mengarsipkan pra-cetak dan pasca-cetak atau versi penerbit / PDF.
References
Aljadidi, Almutrafi, Bamousa, Alshehri, Alrashidi, A. (2016). The influence of exam stress on menstrual dysfunctions in Saudi Arabia. J Health Edu Res, 11 (4), 1–4.
Andriana. (2018). Faktor-faktor yang mempengaruhi siklus menstruasi pada mahasiswa di Universitas Pasir Pangarayan. Jurnal Maternity & Neonatal, 2 (5).
Andriyani. (2012). Siklus Menstruasi. Retrieved from http//www.google.com
Ariadi,Silfiren, lipoeto N. (2017). Effect of Nutritional status fat consumption pattern on menstrual cycle of female students in senior high school. Joernal Obstetry, 10 (1), 6–10.
Arisman. (2010). Gizi Dalam Daur Kehidupan Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta: EGC.
Asrori, Ali. (2012). Psikologi Remaja. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Calis, Popat, Dang, K. (2013). Dysmenorrhea.
Candra, Karina. (2017). Hubungan Obesitas Sentral dengan Siklus Menstruasi dan Dysmenorrhea Primer pada Remaja. J. Nutr. Coll, 6, 319–325. Retrieved from //media.neliti.com/media/publications/200466-hubungan-obesitas-sentral-dengan-siklus.pdf
Depkes RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI.
Dieny. (2014). Permasalahan Gizi Pada Remaja Putri. Graha Ilmu.
Febrina. (2016). Hubungan Status Gizi dengan Keteraturan Siklus Menstruasi pada Siswi Remaja di SMAN 12 Padang tahun 2015. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(2), 35–44.
Felicia. (2015). Hubungan status gizi dengan siklus menstruasi pada remaja putri di PSIK FK universitas sam ratulangi manado. Joernal Keperawatan (e-Kp), Volume 3.
Fitria. (2016). Hubungan Tingkat Stress Dengan Siklus Menstruasi Pada Guru dan Karyawan SMP Negeri 18 Surakarta. 3, 2407–2656.
Hossam, Nadia, Nahed, T. (2016). The relationship between menstrual cycle irregularity and body mass index among secondary schools pupils. IOSR Journal of Nursing and Health Science, 5(1), 48–52.
Hupitoyo. (2011). Obesitas dan Infertilitas. Bumi Kisara.
Hurlock, E. B. (2011). Psikologi Perkembangan. Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Ismael, S. dan. (2014). Dasar-dasar Metodologi Penelitian. Jakarta: Sagung Seto.
Kusmiran, Eny. (2011). Kesehatan Reproduksi Remaja Dan Wanita. Jakarta: Salemba Medika.
Kusmiran, E. (2014). Kesehatan Remaja dan Wanita. Jakarta: Salemba Medika.
Murni. (2015). Hubungan obesitas dengan kejadian gangguan siklus menstruasi pada perempuan dewasa awal di wilayah rw 03 kelurahan ujung menteng kecamatan cakung jakarta timur tahun 2015.
Notoatmodjo, S. (2010). Metode penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka cipta.
Nursalam. (2013). konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Nursalam. (2016). Metodologi penelitian ilmu keperawatan, jakarta. Jakarta: Salemba Medika.
Prawihardjo, S. (2014). Ilmu Kebidanan. Jakarta: Bina Pustaka.
Primastuti. (2012). Hubungan Obesitas Dengan Ketidakteraturan Siklus Menstruasi.
Purnama. (2016). Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Lama Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi Angkatan 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Relationship Of Body Mass Index With The Length Menstrual Cycle At Student Class Of 2016 Faculty Of Medicine , University Of Lam. Majority, 7(6), 1–7.
Rakhmawati. (2012). Hubungan obesitas dengan kejadian Gangguan siklus menstruasi pada wanita dewasa muda. Retrieved from eprints.undip.ac.id.
Riset Kesehatan Dasar. (2013). Prevalensi Obesitas Kelompok Remaja. Jakarta: Kementerian Kesehatan.
Samir, Hanan, E. (2012). The correlation