Kualitas Hidup Pada Komunitas HIV dan AIDS Lelaki Seks Lelaki
Main Article Content
Abstract
Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) merupakan salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian seluruh dunia.Sejak pertama kali ditemukan hingga saat ini, jumlah penderita HIV dan AIDS mengalami peningkatan, salah satunya disebabkan oleh meningkatnya jumlah penderita pada komunitas lelaki seks dengan lelaki (LSL). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang kualitas hidup ODHA pada komunitas LSL. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam (indepth interview) dengan 5 partisipan dari komunitas LSL. Hasil wawancara yang diperoleh ditranskrip dan dianalisa. Hasil analisa memunculkan 4 tema yang dibahas di sini yaitu kualitas tidur yang tidak terpenuhi, menghargai hidup setelah didiagnosis HIV, butuh dukungan dari orang terdekat dan mendekatkan diri dengan Tuhan. Kajian tentang keempat tema tersebut sangat berguna sebagai informasi bagi ODHA pada komunitas LSL untuk meningkatkan kualitas hidupnya.
Downloads
Article Details
Penulis yang menerbitkan artikel di jurnal CARING menyetujui ketentuan bahwa penulis memegang hak cipta yang dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial CC BY-NC 4.0, yang memungkinkan orang lain untuk memodifikasi, mengubah, dan membangun karya penulis secara non-komersial, dan meskipun karya baru orang lain juga harus mengakui karya original penulis dan menjadi non-komersial, mereka tidak harus melisensikan karya turunan mereka dengan persyaratan yang sama. Penulis dapat mengarsipkan pra-cetak dan pasca-cetak atau versi penerbit / PDF.
References
Coopersmith, S. (1967). The antecedents of self-esteem. San Francisco: W. H. Freeman & Co.
Dewi, G. A. Y., & Indrawati, E. S. (2017). Pengalaman Menjadi Gay (Studi Fenomenologi pada Pria Homoseksual Menuju Coming Out). Journal of Chemical Information and Modeling, 7(3), 116–126.
Dinas Kesehatan Kabupaten Badung. (2017). Profil Kesehatan Kabupaten Badung. Badung.
Elfitri, R. (2014). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kualitas Tidur Pada Orang Dengan HIV/AIDS di Yayasan Lentera Minangkabau Support Padang Tahun 2014. Universitas Andalas.
Fauziyah, F., Shaluhiyah, Z., & Prabamurti, P. N. (2018). Respon Remaja Lelaki Suka Lelaki (LSL) dengan Status HIV Positif terhadap Pencegahan Penularan HIV kepada Pasangan. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 13(1), 17.
Haq, N. Z. (2018). Analisis Dukungan Sosial Keluarga Pada ODHA di UPipi RSUD Dr Soetomo Surabaya. Surabaya: Program Studi Pendidikan Ners Universitas Airangga.
Hardiansyah, Amiruddin, R., & Arsyad, D. S. (2014). Kualitas Hidup Orang Dengan HIV dan AIDS di Kota Makassar. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 1–11.
Haroen, H., Juniarti, N., & Windani, C. (2008). Kualitas Hidup Wanita Penderita Aids Dan Wanita Pasangan Penderita Aids Di Kabupaten Bandung Barat. Majalah Keperawatan Unpad, 10(18), 1–16.
Hurlock, E. B. (2000). Psikologi Perkembangan : Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. (Istiwidayati, Ed.). Jakarta: Erlangga.
Kemenenterian Kesehatan RI. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2014 Tentang Pengobatan Antiretroviral. Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan_HIV/AIDS TW 1 Tahun 2018. Jakarta.
Khairunnisa, D. A. (2015). Efektivitas Dukungan Sosial bagi ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) di Kelompok Dukungan Sebaya Kuldesak Kota Depok. Universitas Islam Negeri.
Kusuma, P. A. (2012). Konflik Diri dan Persepsi Homoseksual (Lesbian) terhadap Nilai-Nilai Spiritual. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Lubis, L., Sarumpaet, S. M., & Ismayadi. (2016). Hubungan Stigma, Depresi Dan Kelelahan Dengan Kualitas Hidup Pasien Hiv/Aids Di Klinik Veteran Medan. Idea Nursing Journal, 7(1), 1–13.
Mardia, Ahmad, R. A., & Riyanto, B. S. (2017). Kualitas hidup orang dengan HIV / AIDS berdasarkan kriteria diagnosis dan faktor lain di Surakarta. BKM Journal of Community Medicine and Public Health, 33(3), 147–152.
Muhammad, N. N., Shatri, H., Djoerban, Z., & Abdullah, M. (2017). Uji Kesahihan dan Keandalan Kuesioner World Health Organization Quality of Life-HIV Bref dalam Bahasa Indonesia untuk Mengukur Kualitas Hidup Pasien HIV/AIDS. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 4(3), 112.
Nugroho, A. (2012). Peran Faktor Harga Diri dan Pusat Pengendalian Diri Terhadap Perilaku Seksual Lelaki Seks dengan Lelaki di Jakarta Timur Hasil pada kelompok bahwa LSL dilakukan antar faktor personal , faktor lingkungan , menganalisis peran faktor personal dalam diri LSL. Jurnal Biotek Medisiana Indonesia, 1(1), 21–29.
Pardita, D. P. Y., & Sudibia, I. K. (2014). Analisis Dampak Sosial, Ekonomi, dan Psikologis Penderita HIV AIDS di Kota Denpasar. Jurnal Buletin Studi Ekonomi, 19(2), 193–199.
Rumah Sakit Daerah Mangusada. (2018). Laporan Bulanan Perawatan HIV dan ART. Badung.
Soetjinigsih. (2011). Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya. Jakarta: Sagung Seto.
UNAIDS. (2017). Global AIDS Update. World Health Organization. Geneva.
Videbeck, S. L. (2008). Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC.