Pengalaman Keluarga Dalam Merawat Anggota Keluarga Dengan Penyakit Jantung Koroner
Main Article Content
Abstract
PJK adalah penyakit yang terjadi sebagai manifestasi dari penurunan suplai oksigen ke otot jantung sebagai akibat penyempitan atau penyumbatan aliran darah arteri koronaria yang manifestasi kliniknya, tergantung pada berat ringannya penyumbatan arteri koronaria. ada beberapa gejala yang timbul pada pasien penyakit jantung koroner yaitu nyeri dada, sesak nafas, infark miokard. PJK dikenal juga dengan “Silence Killer” karena terkadang tidak menimbulkan gejala-gejalanya. Keberhasilan terapi untuk pasien PJK dipengaruhi oleh pengetahuan responden tentang PJK. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplor pengalaman keluarga dalam merawat anggota keluarga yang mengalami PJK di RSUD Wangaya Denpasar. Metode penelitian yaitu deskriftif kualitatif, dengan jumblahl 4 orang partisipan. Pengumpulan data menggunakan panduan wawancara dan didapatkan selama 2 minggu. Hasil analisa berdasarkan tema pemahaman keluarga tentang anggota keluarga dengan PJK kurang baik, reaksi psikologis keluarga tentang anggota keluarga dengan PJK masih belum dapat menerima kenyataan, reaksi psikologis keluarga terhadap penerimaan keluarga pada anggota keluarganya masih dalam tahap mulai menerima, hambatan keluarga dalam merawat cukup banyak, upaya mengatasi hambatan sudah bisa dengan baik diatasi oleh keluarga, dan harapan keluarga ingin mempertahankan keadaan klien dan mengurangi kekambuhan. Kesimpulanya bahwa pengalaman keluarga dalam merawat pasien dengan PJK masih kurang, sehingga perlu di kembangkan edukasi manajemen yang berkelanjutan dalam pelayanan kesehatan.
Downloads
Article Details
Penulis yang menerbitkan artikel di jurnal CARING menyetujui ketentuan bahwa penulis memegang hak cipta yang dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial CC BY-NC 4.0, yang memungkinkan orang lain untuk memodifikasi, mengubah, dan membangun karya penulis secara non-komersial, dan meskipun karya baru orang lain juga harus mengakui karya original penulis dan menjadi non-komersial, mereka tidak harus melisensikan karya turunan mereka dengan persyaratan yang sama. Penulis dapat mengarsipkan pra-cetak dan pasca-cetak atau versi penerbit / PDF.
References
Amalia, L. (2009). Kesiapan Keluarga Menghadapi Kepulangan Pasien Rawat Inap Gangguan Jiwa. Universitas Negeri Semarang.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2013). Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013. In Laporan Nasional 2013 (pp. 1–384). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://doi.org/1 Desember 2013
Davies, T. (2009). ABC Kesehatan Mental. (T. Davies & T. Craig, Eds.). Jakarta: EGC.
Dofishiyami, A. (2013). The Dynamics of Family’s Accepatance upon SchizophreniaSufferer (case study in Suruh, Sukodono, Sidoarjo). Thesis Maulana Malik Ibrahim State Islamic University Malang.
Feist, J., & Feist., G. J. (2010). Teori Kepribadian. Jakarta: Selemba Humanika.
Friedman, M. (2010). Buku Ajar Keperawatan Keluarga : Riset, Teori, dan Praktek (5th ed.). Jakarta: EGC.
Kaakinen, J. R., Coehlo, D. P., Gedaly-Duff, V., & Hanson, S. M. H. (2010). Family Health Care Nursing: Theory, Practice and Research. Public Health (4th ed.). Philadelphia: F.A. Davis Company.
Ngadiran, A. (2010). Studi Fenomenologi Pengalaman Keluarga Tentang Beban dan Sumber Dukungan Keluarga Dalam Merawat Klien dengan Halusinasi. Universitas Indonesia.
Nihayati, H. E., Mukhalladah, D. A., & Krisnana, I. (2016). Pengalaman Keluarga Merawat Klien Gangguan Jiwa Pasca Pasung. Jurnal Ners, 11(2), 283–287.
Subandi, M. A. (2013). Agama dalam Perjalanan Gangguan Mental Psikotik dalam Konteks Budaya Jawa. Jurnal Psikologi, 39(2), 167–179.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kualitatif, Kuantitaif, R&D) (Revisi). Bandung: Alfabetha.
Sulistyo, A., & Nurhayati, T. (2014). Laki-laki dan Riwayat Keluarga dengan Penyakit Jantung Koroner (PJK) Beresiko Terhadap Kejadian PJK. Jurnal Florence, 7(1), 11–19.
Wardhani, R. S. P. (2013). Penerimaan Keluarga Pasien Skizofrenia Yang Menjalani Rawat Inap. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Widodo, R. (2009). Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) & Pelanggaran Hak Asasi Manusia. Jurnal HAM, 5(1), 1–13.
World Health Organization. (2015). Noncommunicable Diseases Progress Monitor 2015. Noncommunicable Diseases.