Perbedaan Dampak Hospitalisasi Pada Anak Prasekolah Yang Didampingi Orang Tua Dan Selain Orang Tua
Main Article Content
Abstract
Hospitalisasi seringkali menjadi krisis utama yang dihadapi anak saat menjalani rawat inap di Rumah Sakit bisa menyebabkan anak stress maupun trauma, sehingga menimbulkan respon negative pada anak diantaranya adalah tidak kooperatif pada saat proses perawatan (protes, pemisahan diri, penyangkalan). Salah satu upaya untuk meminimalisir yaitu dengan melakukan pendampingan dari orang tua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan dampak hospitalisasi pada anak prasekolah (usia 3-6 tahun) yang didampingi orang tua dan selain orang tua di Ruang Anak Rumah Sakit Amelia Pare. Desain yang digunakan komparatif dengan pendekatan cross sectional didapat sampel 44 responden (22 responden anak yang didampingi orang tua dan 22 responden anak yang didampingi selain orang tua) yang diambil melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (81,8%) responden yang didampingi orang tua memiliki kriteria ringan, sedangkan yang didampingi selain orang tua menunjukan sebagian besar (72,7%) dalam kategori berat. Hasil analisis menggunakan uji mann whitney diketahui nilai p = 0,000 (α≤0,05) yang berarti ada perbedaan dampak hospitalisasi pada anak prasekolah yang didampingi orang tua dan selain orang tua di Ruang Anak Rumah sakit Amelia Pare. Pendampingan orang tua sangat berpengaruh pada hospitalisasi anak, sehingga perawat harus melakukan pendekatan terhadap pendamping maupun klien itu sendiri supaya hospitalisasi berjalan dengan baik.
Downloads
Article Details
Penulis yang menerbitkan artikel di jurnal CARING menyetujui ketentuan bahwa penulis memegang hak cipta yang dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial CC BY-NC 4.0, yang memungkinkan orang lain untuk memodifikasi, mengubah, dan membangun karya penulis secara non-komersial, dan meskipun karya baru orang lain juga harus mengakui karya original penulis dan menjadi non-komersial, mereka tidak harus melisensikan karya turunan mereka dengan persyaratan yang sama. Penulis dapat mengarsipkan pra-cetak dan pasca-cetak atau versi penerbit / PDF.
References
Cristina, I., Lemos, S., Gomes, L., Delmondes, G. D. A., Brasil, A. X., Laysa, P., … Fernandes, G. P. (2016). Therapeutic Play Use in Children under the Venipucture : A Strategy for Pain Reduction. American Journal of Nursing Research, 4(1), 1–5.
Fadlian N., & Konginan, A. (2015). Hospitalisasi pada Anak. Child Hospitalization. Suraba: Universitas Airlangga.
Ganster, D. C., Fusilier, M. R., & Mayes, B. T. (1986). Role of social support in the experience of stress at work. J Appl Psychol, 71(1), 102–110.
Hamalik, O. (2011). Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Potter, P. A., Perry, A. G., Stockert, P. A., & Hall, A. M. (2012). Fundamentals of Nursing (8th ed.). St. Louis Missouri: Mosby, Inc.
Purwandari, H. (2009). Pengaruh Terapi Seni Dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan Anak Usia Sekolah yang Menjalani Hospitalisasi di Wilayah Kabupaten Banyumas. Universitas Indonesia.
Salmela, M., Salanterä, S., & Aronen, E. (2009). Child-reported hospital fears in 4 to 6-year-old children. Pediatr Nurs, 35(5), 269–276.
Sulistiyani, E., Nurhayati, & Nurfauziah. (2018). Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan Anak Usia Sekolah yang Mengalami Tindakan Invasif di Ruang Anak RSUD dr. R. Soedjono Selong Lombok Timur. Jurnal Prima, 4(2), 25–42.
WHO. (2012). World Health Statistics. World Health Organization. Geneva.
Wong, D. L., Hockenberry-Eaton, M., Wilson, D., L.Winkelstein, M., & Schwartz, P. (2009). Buku Ajar Keperawatan Pediatrik. Jakarta: EGC.