Pengaruh Brisk Walking Exercise Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia
Main Article Content
Abstract
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan pembuluh darah yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah. Hipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami tekanan darah diatas normal yang mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian (mortalitas). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh brisk walking excercise terhadap penurunan tekanan darah. Desain penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan one group pretest-posttest. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 60 dan 18 orang direkrut sebagai sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan paired t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh brisk walking excercise terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik dengan nilai p masing-masing 0,000 (sistolik) dan 0,003 (diastolik). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara brisk walking excercise terhadap penurunan tekanan
darah pada lansia dengan hipertensi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan salah satu intervensi keperawatan dalam tatalaksana pasien hipertensi
Downloads
Article Details
Penulis yang menerbitkan artikel di jurnal CARING menyetujui ketentuan bahwa penulis memegang hak cipta yang dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial CC BY-NC 4.0, yang memungkinkan orang lain untuk memodifikasi, mengubah, dan membangun karya penulis secara non-komersial, dan meskipun karya baru orang lain juga harus mengakui karya original penulis dan menjadi non-komersial, mereka tidak harus melisensikan karya turunan mereka dengan persyaratan yang sama. Penulis dapat mengarsipkan pra-cetak dan pasca-cetak atau versi penerbit / PDF.
References
Armilawaty, Amalia, H., & Amiruddin, R. (2007, December 8). Hipertensi dan faktor risikonya dalam kajian epidemiologi : New Paradigm for Public Health. Retrieved from https://ridwanamiruddin.wordpress.com/2007/12/08/hipertensi-dan-faktorrisikonya-dalam-kajian-epidemiologi/Badan
Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2018). Hasil Utama RISKESDAS 2018. Jakarta. Dinas Kesehatan Provinsi NTB. (2019).
Profil Kesehatan NTB 2018. Mataram. Kementerian Kesehatan RI. (2016). Profil Kesehatan Indonesia 2015. Jakarta.
Kowalski, R. E. (2010). Terapi Hipertensi : Program 8 Minggu Menurunkan Tekanan Darah Tinggi dan Mengurangi Risiko Serangan Jantung dan Srtoke Secara Alami. Bandung: Qanita
Nugroho, W. (2012). Keperawatan Gerontik & Geriatrik (3rd ed.). Jakarta: EGC
Nursalam. (2016). Metode Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Pradono, J. (2010). Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Hipertensi di Daerah Perkotaan (Analisis Data Riskesdas 2007). Gizi Indonesia, 33 (1), 59–66
Puskesmas Ampenan. (2019). Data Penyakit Tidak Menular. Ampenan.
Sherwood, L. (2011). Fisiologi Manusia (6th ed.). Jakarta: EGC
Wijayakusuma, H. (2008). Ramuan Lengkap Herbal Taklukkan Penyakit. Jakarta: Pustaka Bunda.
Suranti, I. (2017). Pengaruh Brisk Walking Exercise Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Andalas Tahun 2016. Universitas Andalas. WHO. (2019). Hypertension. Retrieved from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension