Pendidikan Kesehatan Melalui Animasi Dua Dimensi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang HIV/AIDS

Main Article Content

Ageng Abdi Putra
Suhartiningsih
Haerunnisa

Abstract

Insiden HIV di Indonesia mencapai 0,19 per 1000 penduduk. Jumlah orang dengan HIV di Lombok Barat sebanyak 126 jiwa serta orang dengan AIDS sebanyak 114 jiwa. Secara kumulatif jumlah orang dengan HIV/AIDS di wilayah Batulayar sebanyak 313 jiwa. Remaja termasuk kelompok usia yang rentan dengan perilaku beresiko terkena HIV/AIDS karena pergaulan dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui animasi dua dimensi terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV/AIDS di SMAN 1 Batulayar. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre experimental dengan rancangan penelitian one grup pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan total sampling. Analisa data yang digunakan adalah wilcoxon signed rank test dengan taraf signifikan 0,05. Berdasarkan hasil uji wilcoxon signed ranks, didapatkan nilai p sebesar 0,000. Dapat disimpulkan, ada pengaruh pendidikan kesehatan melalui animasi dua dimensi terhadap pengetahuan dan sikap remaja yang ditunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada remaja. Pendidikan kesehatan melalui animasi dua dimensi sangat bagus digunakan dalam proses belajar mengajar karena akan lebih mudah dipahami dan dimengerti untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja

Abstract viewed = 431 times
PDF downloaded = 499 times

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Putra, A. A., Suhartiningsih, S., & Haerunnisa, H. (2020). Pendidikan Kesehatan Melalui Animasi Dua Dimensi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang HIV/AIDS. Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing, 4(1), 18-23. https://doi.org/10.36474/caring.v4i1.161
Section
Articles

References

Aspiawati, A. (2018). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Berbasis Media Video Animasi Terhadap Pengetahuan Remaja tentang HIV/AIDS (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar).
Azwar,Saifuddin.2016. sikap dan perilaku. Pustaka Pealajar.Yogyakarta
Harmawati, H., Sari, D. A., & Verini, D. (2018). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Pelajar SMA Tentang HIV/AIDS. Jurnal Endurance, 3(3), 588-595.
Liana, L., & Asnindari, L. N. (2015). Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Audiovisual Tentang HIV/AIDS Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Kelas X SMK N 1 Bantul (Doctoral dissertation,STIKES'Aisyiyah Yogyakarta).
Mukti, G. A., Tyastuti, S., & Hernayanti, M. R. (2018). Pengaruh Peer Education Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang HIV/AIDS di SMA N 1 kretek BANTUL TAHUN 2018 (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta).
Muliana, M. (2014). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja sma x dalam upaya pencegahan hiv/aids di kabupaten karanganyar (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Notoatmojo, S. 2012. Pendidikan Kesehatan & Perilaku Kesehatan. Jakarta :Rineka Cipta
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2018. http://www.depkes.go.id/resources/download/infote rkini/materi_rakorpop_2018/Hasil%20Riskesdas%2020 18.pdf – Diakses November 2019.
Saadong, Djuhadiah, et al. (2018) "Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Pencegahan Hiv/aids Di Smk Komputer Mutiara Ilmu Makassarthe Effect of Health Education on Youth Knowledge About Prevention of Hiv/aids in Computer Vocational School, Mutiara Ilmu Makassar." Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar, vol. 13, no. 2, 2018, pp. 53-58.
Sovia, S. (2019). Efektifitas Penggunaan Media Animasi Untuk Meningkatkan Pengetahuan Tentang HIV/AIDS. Jambura Journal of Health Sciences and Research, 1(2), 37-46.
UNAIDS. Global Report: UNAIDS report on the global AIDS epidemic 2017. Geneva: Joint United Nations Programme on HIV/AIDS; 2017.
WHO. Global health observatory data: HIV/AIDS. Diakses September 6, 2018, melalui http://www.who.int/news-room/fact- sheets/detail/hiv-aids