Pengaruh Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pra Operasi

Main Article Content

Farida Febriyanti
I Nyoman Sutresna
Claudia Wuri Prihandini

Abstract

Kecemasan merupakan perasaan yang tidak menyenangkan yang dapat mempengaruhi respon fisiologis dan psikologis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kecemasan pada pasien pra operasi. Rancangan penelitian ini adalah pre experimental design, mengunakan two grup pretest-postest, dengan jumlah sampel sebanyak 15 orang untuk tiap kelompok. Teknik sampling yang digunakan adalah nonprobability sampling, yaitu quota sampling dan menggunakan uji wilcoxon. Dari hasil uji Wilcoxon pada kelompok perlakuan diperoleh nilai p=0,005 maka dapat disimpulkan bahwa pemberian komunikasi terapeutik efektif menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pra operasi. Pada kelompok kontrol, hasil uji wilcoxon diperoleh nilai p=1,000 maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perubahan tingkat kecemasan pada pasien yang tidak dilakukan komunikasi terapeutik. Hasil penelitian ini dapat digunakan, agar perawat tetap memperhatikan kecemasan pada pasien pra operasi dan melakukan pendekatan dengan tehnik komunikasi terapeutik

Abstract viewed = 2589 times
PDF downloaded = 1979 times

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Febriyanti, F., Sutresna, I. N., & Prihandini, C. W. (2020). Pengaruh Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pra Operasi. Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing, 4(1), 35-39. https://doi.org/10.36474/caring.v4i1.131
Section
Articles

References

Arbani.(2015). Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi di RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo.Skripsi. UNDIP: Semarang
Arifah (2012) Pengaruh Komunikasi Terapeutik Perawat-Pasien Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi di RSUD Sleman.Skripsi.Stikes Global Yogyakarta.
Artini.(2015). Hubungan Terapeutik Perawat-Pasien Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi di IRNA C RSUP Sanglah Denpasar.Skripsi.UNUD Denpasar.
Asmadi.(2008). Konsep Dasar Keperawatan.Jakarta : EGC.
Atmawati. (2010). Pengaruh Komunikasi Terapeutik Dan Tingkat Kecemasan Pasien Pra Operasi di RSUD Setjonegoro Kabupaten Wonosobo. Skripsi. UNDIP: Semarang.
Brunner & Suddarth. (2010). Keperawatan Medikal-Bedah. Jakarta: EGC
Carpenito, L. J. (2013). Diagnosa Keperawatan: Aplikasi pada Praktek Klinik. (Terjemahan).Edisi 6. Jakarta: EGC
Dharma.(2011). Metodologi Penelitian Keperawatan. Jakarta: CV. Trans Info Media
Ermawati.(2009). Komunikasi Keperawatan. Cetakan Pertama. Jakarta : Trans Info Media.
Ina &Wahyu.(2010). Asuhan Keperawatan Jiwa. Jogjakarta: Nuha Medika.
Ismiyatun.(2017). Hubungan Pemberian Komunikasi Terapeutik Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Di Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo Semarang.Thesis.Universitas Muhammadiyah Semarang.
Kaplan & Sadock. (2007). Sinopsis Psikiatri: Ilmu Pengetahuan Psikiatri Klinis. (Jilid 1). Jakarta: Bina Rupa Aksara.
Mulyani.S. (2008).Komunikasi dan Hubungan Terapeutik Perawat-Klien Terhadap kecemasan Pra Bedah Mayor. Berita Kedokteran Masyarakat. 24, 151-155.
Notoatmodjo, S. (2012).Sikap dan Perilaku Kesehatan.Jakarta : Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2007). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
Nunung.(2010). Ilmu Komunikasi Dalam Konteks Keperawatan. Jakarta: Trans Info Media.
Nursalam.(2008). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan – Pendekatan Praktis Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika
Prasetyo.(2009). Pengaruh Terapi Psikospiritual Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pra Operasi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.Skripsi. UGM: Yogyakarta.
Prihandini, C. W., Andarini, S., & Setyoadi, S. (2017). Pengaruh Pemberian Logoterapi Terhadap Harga Diri Penderita Kusta Yang Mengalami Harga Diri Rendah di UPT Rumah Sakit Kusta Kediri. Jurnal Keperawatan Florence, 2(1).
Profil RS Udayana. (2018). Profil Rumah Sakit Udayana.Denpasar.
Potter, & Perry, A. G. (2006). Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep,.Proses, dan Praktik.edisi 4, Volume.2. Jakarta: EGC
Purwaningsih & Karlina.(2012). Asuhan Keperawatan Jiwa. Cetakan II. Yogyakarta: Nuha Medika.
Rochman.(2010). Kesehatan Mental. Purwokerto: Fajar Media Press.
Rondhianto.(2008). Perawatan Post Anestesi di Ruang Pemulihan (Recovery Room). http://Keperawatan-perioperatif.htm. Diunduh tanggal 30 Agustus 2018.
Roselina.(2009). Buku Saku Komunikasi Keperawatan, Jakarta, Penerbit Trans Info Media TIM.
Sekaran.(2006). Metodologi Penelitian Untuk Bisnis. Edisi Keempat. Jakarta: Penerbit Salemba
Setiawan.(2012). Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Seksio Sesarea.Skripsi. USU: Medan.
Smeltzer & Bare.(2008). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah; alih bahasa, Agung Waluyo, dkk. Jakarta: EGC.
Stuart, G. W. (2007). Buku Saku Keperawatan Jiwa. Edisi 5. Jakarta. EGC.
Sugiyono.(2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif. Alfabeta, Bandung.
Suryani. (2005). Komunikasi Terapeutik : Teori dan Praktik. Jakarta : EGC
Warsini.(2015). Komunikasi Terapeutik Perawat Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre-Operasi di Ruang Instalasi Bedah Sentral RSUD Saras Husada Purworejo.Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia ISSN2354-7642.