Gambaran Aktifitas Fisik Pada Penderita Hipertensi
Main Article Content
Abstract
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan saat ini, prevalensi dan insiden meningkat setiap tahunnya. Aktivitas fisik merupakan salah satu faktor yang dapat diubah pada penderita hipertensi. Aktivitas yang dilakukan secara tepat dan teratur serta frekuensi dan lamanya waktu yang digunakan dengan baik dan benar dapat membantu menurunkan tekanan darah. Penderita hipertensi, menurut hasil studi pendahuluan tidak melakukan olah raga rutin namun hanya melakukan pekerjaan rumah tangga biasa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan crosssectional, sampel berjumlah 75 orang yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar penderita hipertensi memiliki aktivitas dengan kategori baik yaitu sebanyak 51 orang (68%). Penelitian berkesimpulan bahwa penderita hipertensi memiliki aktivitas yang baik dengan jumlah responden terbanyak adalah perempuan dengan sebaran pendidikan terbanyak adalah sekolah dasar. Diharapkan perawat dapat memberikan motivasi dan edukasi yang tepat bagi penderita hipertensi untuk melakukan aktivitas fisik.
Downloads
Article Details
Penulis yang menerbitkan artikel di jurnal CARING menyetujui ketentuan bahwa penulis memegang hak cipta yang dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial CC BY-NC 4.0, yang memungkinkan orang lain untuk memodifikasi, mengubah, dan membangun karya penulis secara non-komersial, dan meskipun karya baru orang lain juga harus mengakui karya original penulis dan menjadi non-komersial, mereka tidak harus melisensikan karya turunan mereka dengan persyaratan yang sama. Penulis dapat mengarsipkan pra-cetak dan pasca-cetak atau versi penerbit / PDF.
References
Maskhuri, S. A., & Kusumaningtyas, R. (2017). Komunikasi Interpersonal Perawat Dengan Lansia. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Retrieved from http://eprints.ums.ac.id/57170/
Paruntu, O. L., Fisik, H. A., Gizi, S., Hipertensi, D. A. N., Paruntu, O. L., Rumagit, F. A., … Tomohon, D. K. (2015). Hubungan Aktivitas Fisik, Status Gizi dan Hipertensi Pada Pegawai Di Wilayah Kecamatan Tomohon Utara. GIZIDO, 7(1), 1–6.
Prasetyaningrum, Y. I. (2014). Hipertensi Bukan untuk Ditakuti. (D. Ari & Y. Tetty, Eds.). Jakarta: FMedia. Retrieved from https://books.google. co.id/
Puskesmas 1 Ubud. (2017). Laporan Tahunan Puskesmas 1 Ubud. Gianyar.
Putritsani, R., & Kusuma, H. (2018). Gambaran Aktivitas Fisik Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Universitas Diponegoro. Retrieved from http://eprints.undip. ac.id/63242/
Rasdi, N., et.al. (2006). Analisis Faktor Resiko Kejadian Hipertensi Pada Dewasa Muda Di Unit Rawat Jalan RSU Labuang Baji Makasar. Kemas, 2(1), 303–308.
Saputri, D. E. (2010). Hubungan Stres Dengan Hipertensi Pada Penduduk Di Indonesia Tahun 2007 (Analisa Data Riskesdas 2007). Universitas Indonesia.
Suiraoka. (2012). Penyakit Degeneratif. Yogyakarta: Nuha Medika.
Suryadi. (2017). Aktivitas Lansia. Ponorogo: Wade Group.
Tarwoto, W. (2010). Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
World Health Organization. (2007). Prevention of Cardiovascular Disease (Guidelines for assessment and management of cardiovascular risk). Geneva.
World Health Organization. (2010). The Definition of Hypertension. Geneva. Retrieved from https://www.who .int/data/gho